Sejarah Penyakit Malaria

Sejarah Penyakit Malaria – Banyak yang belum mengetahui bahwa malaria sebenarnya merupakan penyakit yang sudah dikeal sejak 3.000 tahun yang lalu. Kata “malaria” itu berasal dari dua kata yaitu “mala” yang berarti bencana dan “aria” yang berarti udara.

Sejarah Penyakit Malaria dan Macam-Macam Penyakit Malaria

Penyakit malaria ada tiga macam :

1. Malaria Tertiana yang disebabkan oleh Plasmodium Vivaz dan Ovale dengan tanda demam berkala 3 hari sekali.

2. Malaria Kwartana yang disebabkan oleh Plasmodium Malaria dengan tandan demam berkala 4 hari sekali.

3. Malaria Tropika yang disebabkan oleh Plasmodium falcifarum dengan tanda demam tidak tertentu.

Sejarah Penyakit Malaria menunjukkan bahwa Yang paling banyak dan berbahaya di daerah tropis adalah Plasmodiuk Falcifarum yang dapat mengakibatkan malaria tropika. Malaria masih merupakan penyakit infeksi yang penting di dunia dan menimbulkan penderitaan pada jutaan umat manusia. Lebih dari 40 % penduduk dunia berisiko terkena malaria. Penyebaran penyakit ini terbatas pada daeran antara 60 derajat lintang utara dan 40 derajat lintang selatan.

Menurut jenisnya, Sejarah Penyakit Malaria tertiana terbanyak ditemukan di derah subtropis. Malaria troika di daerah tropis terutama di Asia Tenggara, Balkan, Italia, Sicilia. Malaria kwaertana hanya sedikit di jumpai di daerah tropis di Afrika. Malaria ovle terbatas di Afrika, irian dan Amerika Serikat.

Data Tahun 2000 menunjukkan bahwa hampir 300 juta penduduk dunia menderita penyakit malaria. Sebanyak satu juta orang di antaranya meninggal. Artinya 3.000 orang meningga setiap hari, sebagian adalah bayi dan anak balita. 90% penderita berada di Afrika dan 40% penduduk dunia bermukim di daerah rawan malaria termasuk Indonesia.

Mengatasi Penyakit Malaria

Upaya yang dilakukan untuk menanggulangi terjadinya resistensi pada obat anti malaria, maka pemerintah memberikan suatu rekomendasi pada jenis obat seabagai suatu pilihan dalam pengganti klorokuin dan SP terhadap Plasmodium yakni adalah kombinasi artermisinin yang biasanya disebut dengan ACT.

Saat ini di Indonesia sendiri, ada 2 regimen ACT yang banyak digunakan dalam program pengobatan penyakit malaria, yakni adalah :

  1. Artesunate – Amodiaquin
  2. Dyhydroartemisinin-Piperaquin (untuk saat ini khusus digunakan pada Papua serta wilayah lain khusus )

Kombinasi dari pemberian obat malaria Dyhydroartemisinin-Piperquin saat ini sudah dilakukan pada suatu penelitian di Timikia Papua. Dengan efikasi yang terjadi lebih dari 95% dan juga efek sampingnya yang rendah dan lebih sedikit dibandingkan dengan Artesunat – Amodiaquin. Dan selanjutnya obat malaria ini kemudian diharapkan bisa digunakan untuk seluruh Indonesia. Yang paling utama adalah jika terjadi suatu efek samping pada obat Artesunate-Amodiaquin.

Beberapa jenis obat antibiotik untuk penyakit malaria adalah ;

  1. Doksisiklin
    Formulanya adalah : kapsul serta tablet dengan kandungan 100 mg doksisiklin garam yang sama dengan hidroklorid.
    Khasiatnya adalah : kandungan spektrum yang sama aktivitasnya dengan Doksisiklin derivat dari oksitetra. Obat ini biasanya lebih lengkap untuk diabsorbsi dan juga lebih larut di dalam lemak. Serta selain itu juga mempunyai waktu paruh plasma yang lebih panjang lagi.
    Penggunaan dari obat ini adalah : Doksisiklin seperti penggunaan tetrasiklin yang lebih banyak digunakan sebagai salah satu kombinasi anatar kina pada daerah dimana terjadinya suatu penurunan pada kepekaan kina.
  2. Tetrasiklin
    Formula : Kapsul dan tablet 250 mg tetrahidroklorid ekivalen dengan 231 mg tetrasiklin yang basa.
    Khasiatnya adalah : Tetrsaliklin merupakan salah satu jenis obat antibiotik broad spectrum yang lebih poten tetapi lambat dalam hal melawan bentuk dari asexual di dalam darah dan seluruh spesies plasmodium. Obat malaria jenis ini juga bisa aktif untuk melawan stadium intra hepatik primer untuk kasus P. Faciparum. Dan pemberian kombinasi dantara kina + terta biasanya diberikan lebih dari 5-7 hari yang efektifitasnya masih terbilang tinggi untuk daerah yang mengalami resisten banyak obat di negara Thailand.
  3. Clindamycin
    Clyndamicin merupakan salah satu jenis obat antibiotik lincosamide, contohnya adalah derivate clorinate lincomycin. Clindamycin yang bisa larut di dalam air. Manfaat dri Clyndamicin ini adalah untuk menghambta fase awal dari sintesis protein lewat suatu mekanisme yang sama degan makrolides. Clindamycin ini diberikan secara oral dimana kapsul yang mengandung hydrochloride atau juga sebagai salah satu cairan yang diberikan dengan lebih oral yang mengandung palmitate hydroclhoride.

Orang-orang yang beresiko penyakit malaria adalah :

  1. Anak-anak dan bayi
  2. Pendatang yang datang ke daerah dengan rentan malaria
  3. Wanita hamil dan juga janinnya.

Pencegahan Malaria

Pencegahan yang dilakukan pada penyakit malaria bisa dilakukan dengan melakukan pembersihan pada sarang nyamuk atau PSN. Dan melakukan usaha untuk menjauhi diri dari serangan gigitan nyamuk dengan menggunakan baju yang tertutup, menggunakan krim anti nyamuk, menggunakan kelambu anti nyamuk saat akan tidur serta menyemprotkan obat nyamuk di dalam kamar tidur serta seisi rumah.

Namun hal yang paling terpenting dari penyakit malaria dan pencegahannya adalah dengan menjaga kesehatan diri dengan mengonsumsi jenis makanan yang bergizi dan bernutrisi. Selain itu, melakukan olahraga secara teratur untuk membantu meningkatkan sistem kekebalan di dalam tubuh dan juga mencegah terjadinya serangan penyakit malaria. Selain penyakit malaria, penyakit yang diakibatkan karena gigitan nyamuk adalah demam berdarah serta kaki gajah.

Itulah informasi mengenai penyakit malaria, pencegahan dan pengobatan penyakit malaria. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda semua.

Sejarah Penyakit Malaria


=====================================

>>> Propolis Melia Nature Untuk Mengobati Penyakit Malaria dan Penyakit Lainnya, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyakit Malaria and tagged , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *