Penyebab Malaria

Penyebab Malaria – Lebih dari 1 miliar orang terancam penyakit malaria di dunia. Mereka hidup di daerah-daerah malaria, yaitu daerah-daerah yang berjajar antara 60° LU dan 32° LS, termasuk Indonesia. Menghadapi ancaman penyakit malaria tersebut, lebih dari 100juta orang telah terkena penyakit malaria. 1 juta diantaranya meninggal dunia.

Penyebab Malaria

Penyebaran penyakit malaria ini dipengaruhi oleh banyak faktor Penyebab Malaria, antara lain:

  • Faktor iklim
  • Topografi
  • Kondisi sosial ekonomi
  • Suhu yang cocok untuk berkembang suburnya penyakit malaria berkisar antara 16-34 derajat Celcius dengan kelembaban relatif 60 persen

Penyebab Malaria ras juga mempengaruhi kekebalan seseorang terhadap penyakit malaria. Orang berkulit hitam lebih kebal terhadap malaria, parasit malaria yang sudah kebal terhadap obat-obatan anti-malaria yang lazim digunakan, dan ada tidaknya nyamuk sebagai pembawa bibit penyakit malaria. Kenyataan-kenyataan inilah yang membedakan penyebaran penyakit malaria di berbagai daerah di dunia. Hawaii dan Selandia Baru dinyatakan bebas malaria karena di sana tidak ditemukan nyamuk khusus pembawa parasit malaria, yaitu nyamuk jenis anopheles, nyamuk yang menungging saat menggigit.

Penyebab Malaria

Penyebab Malaria

Daur Hidup Penyakit Malaria

Daur perjalanan penyakit malaria sedikit berliku. Untuk dapat tetap mempertahankan daur kehidupannya, parasit malaria membutuhkan dua tuan rumah atau hospes, yaitu makhluk bertulang belakang (vertebrata) dan nyamuk jenis anopheles. Jika ia kehilangan satu dari kedua tuan rumahnya ini, maka rantai kehidupannya tidak akan berkesinambungan alias tidak dapat berketurunan.

Manusia sebagai hospes perantara dari parasit malaria, memungkinkan perkembangan parasit menempuh separuh dari daur hidupnya. Mirip dengan daur hidup kupu-kupu yang bermula dari kepompong, parasit malaria juga demikian. Bayi parasit yang memasuki tubuh manusia beredar di dalam darah. Sebagian memasuki sel darah merah dan bercokol di sana sebagai pendompleng sejati. Adanya domplengan parasit malaria di dalam sel darah merah inilah yang menimbulkan penyakit malaria pada manusia.

Sebaliknya tidak demikian dengan nyamuknya. Bayi parasit yang dengan bebasnya beredar dalam aliran darah penderita, yang kemudian terisap oleh nyamuk malaria atau si anopheles, tidak membuat nyamuk menderita penyakit malaria.

Nyamuknya tetap segar bugar, sekalipun di dalam tubuhnya telah berkembang bayi parasit yang siap menjadi parasit malaria dewasa dan siap berkembang biak, untuk selanjutnya menancapkannya lewat gigitan di tubuh manusia lain. Dengan cara demikian penularan penyakit malaria terjadi. Di dalam ludah nyamuk yang membawa parasit malaria terkandung banyak sekali parasit yang siap berkembang dalam darah manusia.

Pembawa daur hidup parasit malaria, baik di dalam tubuh manusia maupun nyamuk, memerlukan waktu tertentu. Ada 4 jenis parasit malaria yang dikenal. Masing-masing berbeda-beda daur hidupnya. Ada tahapan parasit berkembang di luar sel darah merah, ada tahapan ia berkembang di dalam sel darah merah. Tahapan yang terakhirlah yang membangkitkan gejala demam pada penderita, anemia, dan sedikit penyakit diare.

Pengobatan Malaria

Program pengobatan penyakit malaria yang dilakukan pada pemerintah adalah ;

  1. Pengobatan presumtif
    Pengobatan ini dilakukan dengan cara suatu penemuan pada penderita yang dilakukan secara intensif, baik yang dilakukan dengan ktif dan juga rumah ke rumah atau juga dilakukan dengan pasif yang dilakukan secara pasif dari unit ke unit pelayanan kesehatan yang ada. Tujuan dari pengobatan ini dilakukan adalah dengan menurunkan gejala malaria yang terjadi dan juga mencegah terjadinya suatu penularan selama penderita penyakit malaria menunggu hasil dari suatu pemeriksaan dari lab darah. Dan untuk penderita demam yang mengalami penyakit malaria, maka biasanya akan diberikan obat dengan dosis tungfal dengan empat obat tablet Klorokuin yang ditambah dengan tablet Primakuin.
  2. Pengobatan supresif
    Pengobatan yang dilakukan dengan cara ini biasanya diberikan semua pada penderita penyakit demam didaerah endemis malaria yang melakukan pengobatan pada unit-unit pelayanan kesehatan. Jika seorang penderita tinggal pada daerah yang diduga kuat sebagai tempat Plasmodium falciparumnya yang sudah resisten pada jenis obat malaria Klorokuin. Maka diberikan suatu kombinasi dari empat jenis tablet Klorokuin yang ditambahkan dengan tiga tablet ke dalamnya. Primakuin yang diberikan denjgan dosis tunggal. Jika seorang penderita tinggal pada daerah Plasmodium facliparumnya yang masih sensitif dan hanya diberikan empat tablet Klorokuin dengan pemberian dosis tunggal.
  3. Pengobatan radikal
    Pengobatan yang dilakukan ini biasanya diberikan untuk penderita pada daerah nonendemis dan juga pada penderita yang berasal dari daerah endemis malaria yang akan melakukan bepergian menuju ke daerah non endemis malaria. Tujuan hal ini dilakukan adalah untuk membantu membasmi semua infeksi yang terjadi akibat penyakit malaria dan melakukan pencegahan timbulnya dari relaps. Kepada penderita penyakit malaria, maka biasanya akan diberikan suatu pengobatan kombinasi, Primakuin dan juga Klorokuin jika memang Plasmodium falciparum masih sangat sensitif atau juga pada Sulfadoksin atau Primetamin jika memang Plasmodium falciparum yang sudah resisten pada obat malaria jenis Klorokuin.
  4. Pengobatan massal
    Pengobatan massal ini biasanya dilakukan untuk suatu kelompok penduduk yang tinggal di daerah endemis penyakit malaria. Sasaran dari pengobatan  massal ini adalah seluruh penduduk atau juga bahkan kelompok penduduk yang tidak kebal misalnya seperti anak bayi, anak balita, ibu hamil dan juga ibu menyusui, serta pendatang baru yang berasal dari daerah nonendemis.

Penyebab Malaria

 


=====================================

>>> Obat Alami, Tradisional & Herbal Malaria, Untuk Membantu Pengobatan Penyakit Malaria, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyakit Malaria and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>