Penyakit Malaria di Indonesia

Penyakit Malaria di Indonesia – Saat ini, Penyakit Malaria di Indonesia menjadi penyebab kematian lebih banyak oragn di dunia, dibanding penyakit lain. Malaria mejadi penyebab utama penyakit dan kematian di Papua. Tim kesehatan masyarakat PTFI, berkoordinasi besama pemerintah Indonesia, telah lama melancarkan perang melawan malaria dengan cukup berhasil selama lebih satu dasarwarsa, melalui upaya untuk merintangi penyebaran penyakit tersebut, melalui pengendalian nyamuk yang membawa parasit malaria, membasmi vektor nyamuk, memberi pengobatan pencegahan, melakukan pemeriksaan terhadap warga, serta memberi pengobatan yang mutakhir.

Penyakit Malaria di Indonesia

Seiring dengan pertumbuhan penduduk setempat, Penyakit Malaria di Indonesia  memberikan tantangan dalam memerangi malaria pun meningkat. Beberapa warga yang baru pindah dari wilayah terpencil tidak memiliki pertahanan alami terhadap penyakit malaria. Sarana kesehatan setempat tengah berjuang memberi pelayanan yang layak bagi arus pasien baru yang kian meningkat. Obat yang digunakan saat ini untuk menanggulangi malaria di Indonesia memiliki kemungkinan 70% mengembangkan kekebalan penyakit terhadap obat, sehingga penyakit tersebut kerap timbul kembali, sehingga diperlukan perawatan kembali di rumah sakit.

Penyakit Malaria di Indonesia

Penyakit Malaria di Indonesia

Fase Malaria

Terdapat 4 proses patologi yang terjadi dari penyakit malaria di Indonesia, yakni adalah fase demam, penyakit anemia, imunopatogi dan juga anoksia jaringan yang lebih disebabkan karena perlekatan pada eritrosit yang mengalami infeksi dibagian endotel kapiler. Demam paroksimal yang terjadi biasanya berbeda dari keempat spesies dan semuanya tergantuung dari lama maturasi skizon yang terjadi. Selain itu, serangan demam lebih disebabkan pada pecahnya eritrosit sewaktu fase skizogoni-eritrisitik dan juga masuknya merozoit ke dalam sirkulasi darah. Dan selain itu, demam yang bisa mengakibatkan terjadinya vasodilatasi perifer yang kemungkinan juga diakibatkan dari bahan vasoaktif yang dihasilkan dari parasit. Dan setelah merozoit masuk serta mengalami infeksi aritrosit yang baru, kemudian demam akan turun dengan lebih cepat sehingga penderita merasa kepanasan dan juga akan berkeringat dengan banyaj. Penyakir anemia bisa disebabkan karena destruksi eritrosit dengan jumlah yang berlebihan, selain itu, hemolisis autoimun dan juga gangguan pada eritropoesis, Dan diduga kuat dari adanya toksin atau racun malaria yang bisa mengakibatkan terjadinya gangguan pada fungsi eritorist dan sebagai eritoristy pecah saat sedang melalui limpa maka parasit keluar.

Penyebab dari splenomegali karena adanya suatu peningkatan pada jumlah eritorsit yang mengalami infeksi parasit sehingga akan terjadi suatu aktivasi pada sistem RES unutk bisa memfagositosis eritrosit yang baik yang mengalami infeksi parasit atau juga tidak. Kelainan yang terjadi secara patoligik pada pembuluh darah kapiler yang diakibatkan dari eritrosit yang mengalami infeksi menjadi lebih kaku dan menjadi lebih lengket, perjalanan yang terjadi di dalam kapiler juga akan mengalami gangguan, sehingga akan menempel dan melekat pada endotel kapiler, kemudian akan menghambat ke arah kapiler, timbullah hipoksia atau anoksia pada jaringan. Selain itu, juga terjadi suatu gangguan integritas kapiler sehingga akan menimbulkan suatu perembesan pada plasma. Manosit atau makrofag adalah salah satu partisipan seluler yang paling penting dalam fagositosis eritrosit yang mengalami infeksi.

Gejala Malaria

Gejala penyakit malaria yang muncul adalah daya pertahanan tubuh si penderita, selain itu jenis dari plasmodium malaria, serta jumlah dari parasit yang bisa mengalami infeksi. Dan biasanya, gejala penyakit malaria yang disebabkan akibat dari Plasmodium facilparum untuk kasus berat dan juga terjadi lebih akut dibandingkan dengan berbagai jenis plasmodium yang lainnya. Sedangkan gejala yang muncul pada penyakit malaria yang diakibatkan karena Plasmodium malariae dan Plasmodium ovale biasanya merupakan gejala yang paling ringan.

Gambaran yang khas dan muncul dari penyakit malaria ini adalah :

  1. Demam secara periodik
  2. Pembesaran pada limpa yang disebut dengan istilah splenomegali
  3. Dan penyakit anemia akibat turunnya kadar hemoglobin di dalam darah.

Untuk kasus penyakit malaria yang ringan biasanya gejala yang muncul adalah :

  1. Demam
    Demam yang muncul biasanya diawali dengan lesi, sakt kepala, nyeri sendi, dan kurangnya nafsu makan serta rasa tidak enak pada perut serta mengalami penyakit diare ringan yang disertai dengan kedinginan pada punggung.
  2. Pembesaran limpa
    Pembesaran limpa yang terjadi adalah salah satu bentuk gejala yang khas dari penyakit malaria kronis atau penyakit malaria menahun. Selain itu, limpa yang mengalami pembengkakan dan juga terasa nyeri. Limpa yang mengalami pembengkakan ini diakibatkan karena penyumbatan dari sel-sel darah merah yang mengandung parasit malaria di dalamnya. Lama kelamaan, konsistensi dari limpa ini kemudian akan menjadi lebih keras akibat dari jaringan ikat pada limpa yang terjadi semakin bertambah. Dan dengan melakukan pengobatan penyakit malaria yang baik maka keadaan seperti ini akan bisa berjalan dengan normal lagi.
  3. Anemia
    Gejala anemia yang muncul biasanya adalah dalam bentuk badan yang terasa lemas, pusing, sakit kepala, pucat, dan juga penglihatan yang agak kabur, serta jantung berdebar kencang, nafsu makan yang menurun. Penyakit anemia yang paling berat adalah untuk jenis penyakit anemia atau kurang darah yang disebabkan oleh Plasmodiim falciparum.

Selain itu, penyakit malaria dengan kasus yang berat bisa menimbulkan suatu komplikasi lain yang terjadi misalnya adalah kasus edma paru, terjadinya pendarahan secara spontan, hiperpireksia atau suhu tubuh yang terjadi diatas 41 derajat celcius dan juga sepsis atau terjadinya suatu infeksi yang bisa mengenai ke daerah seluruh tubuh.

Penyakit Malaria di Indonesia


=====================================

>>> Obat Alami, Tradisional & Herbal Malaria, Untuk Membantu Pengobatan Penyakit Malaria, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyakit Malaria and tagged , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>