Malaria

Perkataan malaria berasal dari bahasa Italia (mala = jelek, aria = udara), jadi dahulu orang menduga bahwa penyakit malaria disebabkan oleh udara yang kotor. Dalam penelitian yang lebih modern ternyata penyakit malaria disebabkan oleh parasit bersel tunggal yang disebut protozoa dan dipindahkan ke dalam tubuh manusia melalui nyamuk anopheles.

Penyakit Malaria

Malaria adalah penyakit infeksi yang paling luas penyebarannya di dunia dan diperkirakan 1/3 penduduk di dunia terkena penyakit ifeksi ini sehingga mempunyai pengaruh sosial.

Malaria

Malaria

Penelitian yang dijalankan menjelang dan selama perang dunia II menunjukkan bahwa obat-obat yang dapat menanggulanginya dengan baik ialah obat-obat sintesis. 20 tahun kemudian ternyata setelah obat-obat sintesis ini dapat dibuat dan sangat manjur, manfaat obat-obat sintesis tersebut menurun karena penyakit malaria tersebut menjadi sangat resisten sehingga akhirnya orang kembali memakai obat kuno yakni kina.

Dan juga faktor penyebab yaitu nyamuk sendiri telah menjadi resisten terhadap insektisida DDT, walaupun dahulu sangat ampuh. Karena itu penelitian di bidang ini sekarang masih dilaksanakan dan belum berhasil didapatkan imunisasi terhadap malaria.

Dahulu pemberantasan penyakit malaria di Indonesia dilakukan oleh Komando Operasi Pembasmian Malaria (KOPM) yang mempunyai tugas utama yaitu membasmi pembawa penyakit malaria yaitu nyamuk anopheles. Dinas ini sekarang termasuk P3M (Pencegahan Pembasmian Penyakit Menular).

Gejala Malaria

Masa tuntas dari penyakit malaria bisa terjadi beberapa hari atau juga bahkan beberapa bulan dan beberapa tahun, kemudian setelah itu barulah muncul gejala penyakit malaria yang banyak dikeluhkan oleh si penderita.

Penyakit malaria biasanya menunjukkan gejala seperti :

  1. Demam
  2. Mengigil
  3. Mengalami linu atau nyeri sendi
  4. Muntah
  5. Wajah pucat atau mengalami anemia
  6. Pembesaran hati dan limpa
  7. Air kencing yang warnanya terlihat lebih keruh serta lebih pekat karena mengandung zat hemoglobin di dalamnya
  8. Geli pada kulit
  9. Dan mengalami kekejangan
  10. Penyakit diare

Namun walaupun seperti itu, tanda atau gejala penyakit malaria yang klasik adalah perasaan datangnya kedinginan secara tiba-tiba, kemudian diikuti juga dengan kekakuan. Dan setelah itu demam muncul serta keringat yang keluar setelah paling lama 4-6 jam kemudian. Hal ini biasanya akan berlangsung selama tiap 2 hari. Dan diantara masa ini, kemungkinan penderita merasa tubuh sehat seperti awalnya. Pada anak-anak dengan serangan penyakit malaria biasanya akan merasakan gejala yang aneh misalnya seperti gerakan atau juga postur tubuh yang terjadi secara tidak normal sebagai salah satu akibat dari terjadinya tekanan pada rongga otak, bahkan juga terjadi lebih serius lagi yang akan menimbulkan suatu kerusakan otak.

Penularan Penyakit Malaria

Penularan penyakit malaria terjadi lewat parasit plasmodium kepada manusia dengan vektornya adalah nyamuk Anopheles betina. Disaat nyamuk sedang menggigit seseorang yang mengalami infeksi malaria, maka nyamuk ini kemudian akan mengisap parasit tadi yang disebut dengan parasit gametocytes. Parasit ini biasanya menyelesaikan siklus dari suatu pertumbuhan yang terjadi di dalam tubuh nyamuk dan setelah itu akan merambat menuju ke ludah nyamuk. Dan disaat sedang memgigit Anda, nyamuk ini selanjutnya akan menyuntikkan masuk parasit ke dalam aliran darah. Dan kemudian menuju masuk ke hati dan setelah itu mulai melipatgandakan dirinya. Bentuk dari penularan yang lain terjadi adalah misalnya penularan yang terjadi dari wanita hamil ke janin. Penyakit malaria juga bisa menular lewat transfusi darah.

Keadaan dari lingkungan sangat berpengaruh pada ada atau tidaknya penyakit malaria di suatu tempat. Adanya danau air payau, dan juga genangan air yang ada di hutan, rawa-rawar, persawahan, tambak ikan, serta tempat pembukaan hutan dan suatu pertambangan yang terjadi pada suatu daerah biasanya akan meningkatkan terjadinya suatu kemungkinan penyakit malaria.

Pencegahan Malaria

Secara alamiah, penduduk yang ada pada suatu tempat endemis penyakit malaria ada yang dengan mudah dan ada juga yang sulit untuk bisa terinfeksi penyakit malaria. Walaupun memang gejala klinis yang terjadi sifatnya ringan. Perpindahan dari penduduk yang berasal daeru dan ke daerah enemis malaria sampai saat ini masih menimbulkan masalah yang lebih serius. Sejak zaman dulu, sudah diketahui bahwa wabah dari penyakit malaria ini biasanya lebih sering terjadi pada daerah pemukiman yang baru, seperti misalnya adalah terjadi pada daerah perkebunan serta transmigrasi. Hal ini terjadi akibat dari pekerja yang datang yang berasal dari negara lainnya dari daerah yang masih belum mempinyai suatu kekebalan sehingga lebih rentan mengalami suatu infeksi.

Selain itu, kesadaran dari lingkungan juga memberikan pengaruh besar dari ada atau tidaknya penyakit malaria yang terjadi di suatu daerah. Ada atau tidaknya danau,air payau, dan juga genangan yang terjadi di hutan, pesawahan, tambak ikan, serta lainnya yang bisa meningkatkan resiko terjadinya penyakt malaria. Selain itu, suhu dan juga curah hujan yang terjadi pada suatu daerah mempunyai peranan penting untuk bisa terjadi suatu penularan pada penyakit malaria. Dan biasanya penularan penyakit malaria ini lebih tinggi terjadi di musim hujan dibandingkan saat musim kemarau. Air hujan yang bisa menimbulkan terjadinya genangan air merupakan salah satu tempat yang lebih ideal unutk perindukan dari malaria. Dengan tempat perindukan yang semakin bertambah, maka populasi dari penyakit malaria ini akan semakin bertambah juga.

Malaria


=====================================

>>> Obat Alami, Tradisional & Herbal Malaria, Untuk Membantu Pengobatan Penyakit Malaria, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyakit Malaria and tagged , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>