Gejala Malaria

Gejala Malaria – Penyakit malaria ditandai dengan gejala utama berupa demam. Demam malaria bersifat khas. Bergantung pada jenis parasit yang menyerang, demam timbul secara berkala, dua atau tiga hari sekali. Demam diawali dengan menggigil, kemudian mencapai puncaknya, hingga akhirnya suhu menurun disertai keringat yang banyak.

Gejala Malaria

Gejala Malaria

Penyakit Malaria

Namun tidak jarang, penyakit malaria bersifat campuran antara dua jenis parasit yang berbeda (terdapat pada 9 persen penderita), sehingga sifat demam tidak lagi nyata muncul secara berkala seperti pada penyakit malaria yang murni oleh satu jenis parasit.

Gejala Malaria dengan Lamanya demam tidak sama untuk setiap jenis parasit. Ada yang bisa mencapai 12 jam jika tidak diobati. Karena sifatnya ini, penyakit malaria kerap dijuluki Demam Roma, Demam Charges, Demam Rawa, Demam Tropik, Demam Pantai, Demam Intermitens, ague atau Paludisme. Semuanya menggambarkan sifat demam dan lokasi penyakit yang paling sering dijumpai, seperti rawa-rawa dan pantai daerah tropik.

Di samping demam, Gejala Malaria terjadi pula pembesaran limpa. Limpa dapat sedemikian besar sehingga untuk penderita biasanya mengalami perut buncit. Letak limpa itu dibawah lengkung tulang rusuk sebelah kiri. Terjadinya demam yang khas dan pembesaran limpa merupakan awal kecurigaan adanya penyakit malaria pada seseorang. Lebih-lebih jika disertai gejala kekurangan darah (penyakit anemia) yang cukup mencolok, karena pada penderita malaria, sel darah merah dimakan oleh parasit. Sel darah merah akan hancur dan penghancuran sel darah merah lebih banyak terjadi akibat daya-makan sistem pertahanan tubuh.

Faktor ras mempengaruhi kekebalan seseorang terhadap parasit malaria. Kekebalan ini dapat terjadi secara bawaan rasial, dapat pula secara didapat. Yang didapat ini diwariskan dari ibu pada bayi yang sedang dikandung. Bisa pula secara aktif karena sudah pernah (sering) menderita (toleransi). Pada mereka yang kebal, penyakit ini tidak menampakkan diri (gejala) atau hanya bersifat ringan.

Karena sifat parasit yang beredar bebas dalam aliran darah dan baru keluar dari sarang persembunyiannya, baik di hati, limpa atau bagian tubuh lainnya, saat demam muncul, maka pemeriksaan darah dilakukan saat penderita sedang demam. Pengambilan darah yang dilakukan di luar masa demam, akan sia-sia karena parasit tidak ditemukan, hal ini dikarenakan ada dalam tubuh penderita.

Gejala Malaria Ringan

Untuk jenis malaria ringan, Gejala Malaria bila tidak diobati, tidak apa-apa karena penderita tidak akan sampai meninggal dunia. Namun penyakit akan terus berkembang hingga bertahun-tahun. Dalam rentang waktu tersebut, kadang-kadang serangan demam muncul, ringan atau sama dengan serangan kali pertama.

Jenis malaria yang ganas, yaitu yang demamnya tidak teratur dan terus-menerus, biasanya berakhir dengan kematian. Kematian terjadi karena ada penyumbatan oleh parasit dalam pembuluh-pembuluh darah halus. Sumbatan pembuluh di jantung koroner atau otak dapat berakibat fatal.

Penularan malaria dapat terjadi melalui ari-ari. Ari-ari ibu yang lazimnya dapat menahan masuknya parasit ke tubuh janin, tiba-tiba bobol dan parasit menularkannya ke tubuh bayi (malaria congenital).

Penularan di negara beriklim dingin terjadi melalui transfusi darah. Apalagi bila penyakit malaria jenis malariae dapat bercokol dan hidup selama 30 tahun dalam tubuh si penderita. Pembawa penyakit malaria yang menjadi donor inilah yang berperan sebagai sumber penularan di daerah-daerah yang tidak berbakat terserang malaria. Demikian pula penularan melalui jarum suntik para pecandu obat bius.

Pencegahan Malaria

Ada jenis obat antimalaria lain yang masih mempan membunuh parasit yang ada. Dengan pengobatan secara tuntas, penyakit malaria dapat disembuhkan. Namun yang jauh lebih petng, penyakit tidak merajalela.

Pencegahan harus diupayakan dengan menyembuhkan semua penderita malaria, memberantas nyamuk malaria serta melindungi orang-orang yang peka terhadap nyamuk malaria. Pemberantasan ditujukan pada pembasmian sarang-sarang induk nyamuk, membunuh larva nyamuk dan mengurangi jumlah nyamuk dewasa. Di beberapa negara, pembasmian telah berhasil dilakukan, sedangkan di beberapa negara lainnya baru pada tahap pemberantasan.

Prinsip pengobatan yang dilakukan pada gejala malaria adalah :

  1. Menemukan terlebih dahulu penderita penyakit malaria dengan sedini mungkin
  2. Melakukan tindakan pengobatan yang dilakukan secara efektif untuk bisa membasmi parasit malaria yang ada di dalam darah
  3. Mencegah terjadinya komplikasi atau kematian
  4. Menemukan serta mengobati terjadinya reksudensi dan juga rekurensi
    Apa yang dimaksud dengan Reksudensi dan rekurensi? Reksudnsi adalah demam yang muncul kembali selama kurun waktu 8 minggu setelah serangan pertama yang terjadi hilang. Hal ini biasanya mengakibatkan terjadinya peningkatan pada jumlah parasit yang ada di dalam darah yang disebut dengan istilah relaps dalam jangkan pendek. Sedangkan rekurensi adalah demam yang muncul kembali dalam waktu 24 minggu atau juga lebih setelah serangan pertama yang terjadi akibat dari masuknya parasit yang berasal dari hati masuk ke dalam darah yang disebut dengan relaps jangka panjang.
  5. Mengurangi terjadinya penularan dari penyakit malaria.

Pengobatan yang dilakukan adalah :

  1. Pengobatan untuk melakukan pencegahan atau profilaksis
    Pengobatan ini dengan memberikan obat antimalaria dnegan tujuan untuk bisa mencegah terjadinya infeksi muncul dan gejala malaria lainnya.
  2. Pengobatan terapeutik atau kuratif
    Pemberian obat antimalaria yang digunakan untuk bisa menyembuhkan infeksi malaria yang sudah terjadi dan penanggulangan yang terjadi pada serangan malaria akut, serta terjadinya pengobatan secara radikal.
  3. Pengobatan yang dilakukan untuk bisa melakukan pencegahan dari terjadinya penularan penyakit malaria.

Gejala Malaria


=====================================

>>> Propolis Melia Nature Untuk Mengobati Penyakit Malaria dan Penyakit Lainnya, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyakit Malaria and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *