Penyakit-Malaria

Malaria adalah penyakit disebabkan oleh infeksi protozoa dari genus plasmodium dan mudah dikenali dari gejala panas dingin menggigil dan demam berkepanjangan. Malaria tidak di tularkan secara kontak langsung dari satu manusia ke manusia lainnya melainkan telah terinfeksi parasit malaria. Pada saat nyamuk Anopheles betina menggigit akan memasukkan air liurnya yang mengandung parasit ke dalam peredaran darah manusia. Selanjutnya parasit masuk ke dalam sel-sel hati, lalu sekitar 1 hingga 2 minggu setelah di gigit, parasit kembali masuk ke dalam darah.

Parasit selanjutnya menyerang sel darah merah dan mulai memakan hemoglobin, bagian darah yang membawa oksigen. Pecahnya sel darah merah yang terinfeksi plasmodium ini dapat menyebabkan timbulnya gejala demam disertai menggigil.

Karena banyak sel darah merah yang pecah, maka menyebabkan anemia.

Penyakit malaria memiliki 4 jenis, dan masing-masing disebabkan oleh spesies parasit yang berbeda, yaitu :

1. Malaria Tertian

Penyebab : Plasmodium vivax
Gejala demam dapat terjadi setiap dua hari sekali setelah gejala pertama terjadi atau terjadi selama 2 minggu setelah terinfeksi.

2. Malaria Tropika

Penyebab : Plasmodium falcipatrum
Plasmodium falcipatrum sering menghalangi jalan darah ke otak, menyebabkan koma, mengigau, dan kematian.

3. Malaria Kuartana

Penyebab : Plasmodium Malariae
Memiliki masa inkubasi lebih lama daripada penyakit malaria tertiana atau tropika. Gejala pertama biasanya tidak terjadi antara 18 sampai 40 hari setelah infeksi terjadi.
Gejala tersebut kemudian akan terulang kembali setiap 3 hari.

4. Malaria

Penyebab : Plasmodium ovale
Pada masa inkubasi malaria , protozoa tumbuh didalam sel hati; beberapa hari sebelum gejala pertama terjadi, organisme tersebut menyerang dan menghancurkan sel darah merah sejalan dengan perkembangan mereka, sehingga menyebabkan demam.

Posted in Penyakit Malaria | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Masalah Penyakit Malaria

Masalah penyakit malaria merupakan penyakit endemis yang menyerang Negara-negara dengan penduduk yang padat. Batas penyebaran malaria adalah 64 Lintang Utara (Rusia) dan 32 Lintang Selatan (Argentina). Ketinggian yang memungkinkan parasit malaria hidup adalah 400 m dibawah permukaan laut (loaut mati) dan 2.600 meter diatas permukaan laut (Bollivia). Plasmodium vovax mempunyai distribysi geografis yang luas, mulai dari daerah yangb beriklim dingin, subtropics, sampai ke daerah tropis. Plasmodium falciparum terutama menyebabkan malaria di benua Afrika dan daerah tropis lainnya.  Di Indonesia malaria dapat terjadngkit didaera dengan ketinggian sampai 1.800 m diatas permukaan laut. Spesies yang paling banyak dijumpai adalah plasmodium falciparum dan plasmodium vivax. Plasmodium malariae dijumpai di Indonesia bagian timur, sedangkan plasmodium ovales pernah ditemukan di Papua dan Nusa tenggara Timur. Secara umum, setiap orang dapat terinfeksii, tetapi ada beberapa orang yang memiliki kekebalan terhadap parasit malaria, baik yang bbersifat bawaan/alamiah maupun didapat.

Orang yang paling beresiko terinfeksi  masalah penyakit malaria adalah anak  balita, wanita hamil, serta penduduk non imun, yang mengunjungi daerah endemis malaria, seperti para pengungsi, transmigran, dan wisatawan. Penyakit malaria ditularkan melalui dua cara, yaitu alamiah dan nonalamiah. Penularan secara alamiah adalah melalui gigitan nyamuk anopheles yang mengandung parasir malaria dan nonalamiah jika bukan melalui gigitan nyamuk anopehels. Berikut beberapa penularan malaria secara non alamiah.

Masalah penyakit malaria masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting di Indonesia. Di daerah transmigrasi dan daerah lain yang didatangi penduduk baru dari daerah non-endemik, sering terjadi letusan atau wabah yang menimbulkan banyak kematian. Lebih dari setengah penduduk Indonesia masih hidup di daerah dimana terjadi penularan malaria, sehingga berisiko tertular malaria.

Malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh protozoa obligat intraseluler yang hidup intra sel dari genus plasmodium. Penularan malaria dilakukan dilakukan oleh nyamuk betina dari tribus Anopheles. Adanya malaria di masyarakat dan dalam keluarga dapat dibedakan sebagai endemic atau epiendemik. Penggolongan lain adalah stable dan unstable malaria Macdonald. Malaria disuatu daerah dikatakan endemic bila insidensnya menetap untuk waktu yang lama.

Kelambu merupakan alat yang telah digunakan sejak dahulu kala. Sesuai persyaratan Depkes (1983) kelambu yang baik yaitu memiliki jumlah lubang per cm antara 6 – 8 dengan diameter 1,2 – 1,5 mm. Ada dua jenis kelambu yang sering digunakan masyarakat yaitu kelambu yang tidak menggunakan insektisida dan kelambu yang dicelup dengan insektisida.

Obat malaria yang paling terkenal adalah kinina. Umumnya dipakai sebagai kinina sulfat atau kinina hidrokloridam, sedangkan untuk anak-anak digunakan garamnya yang tidak pahit, yaitu kinina karbonat (Euchinin) dan kinina tannat.

 

 

Posted in Penyakit Malaria | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Pemberantasan dan Pengobatan Penyakit Malaria

Malaria menempati posisi keenam dalam daftar penyebab kematian akibat penyakit menular di Indonesia. Dari Annual Parasite Insidence (API) tahun 2006 sebesar 3,0/1000 jiwa. Hanya saja, seiring dengan langkah dan upayanya, berdasarkan API Indonesia  sukses menurunkan angka tersebut menjadi 1,96/1000 pada tahun 2010 dan kembali turun ke 1.75/1000 pada tahun 2011.

Malaria adalah penyakit lama yang bisa disembuhkan dan tak terlampau rumit ataupun kompleks penanganannya. Namun diperlukan tiga perhatian, yakni bagaimana mengupayakan agar pemberantasan malaria menjadi gerakan masyarakat sehingga bisa mengubah gaya hidup dan bisa mengurangi resiko penularan, lalu terdapat keinginan kuat untuk terus menerus menggalang advokasi pemberantasan malaria, serta target sasaran definitif yang jelas baik komunitas dan waktu.

Ada 5 cara dalam mengeliminasi malaria, antara lain diagnosis dini dan pengobatan yang tepat, pengendalian vektor, peningkatan surveillance, pemberdayaan masyarakat dan penggalangan kemitraan.

Namun, dalam menegaskan mengeliminasi malaria, pelaksanaan malaria di berbagai daerah harus dilaksanakan secara intensif dan komprehensif  dengan melibatkan berbagai sektor dalam masyarakat. Malaria adalah penyakit yang bisa disembuhkan dan tak sulit penanganannya asalkan Indonesia memiliki tekad kuat untuk menanganinnya secara keseluruhan.

Pemberantasaan malaria di Indonesia lebih diutamakan pemberantasan malaria untuk anak-anak dan ibu hamil sehingga generasi muda terhindar dari penyakit ini.  Sampai tahun 1993, chloroquine masih meruppakan obat terbaik untuk mencegah maupun mengobati malaria. Walaupun sekarang banyak ditemukan resistensi terhadap chloroquine di Asia Tenggara, termasuk di Indonesia. Biasanya dipakai Quinine sebagai obat pilihan utama di resisten malaria, atau obati cerebral malaria.

Obat baru mefloquine dan fransidar dipakai untuk mencegah dan obat malaria  yang reseisten terhadap chlorquine. Proguanil dikombinaskan dengan chloroquine unutk usaha prevnetif malaria. Primaquine kadang-kadang dipakai untuk mencegah kekambuhan penyakit sesudah diobati dengan obat malaria lain. Tetracylin sekarang kadang-kadang digunakan untuk pencegahan dan pengobatan malaria.

Posted in Penyakit Malaria | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyebab Penyakit Malaria

Satu penyakit yang disebabkan oleh sporozoa genus plasmodium dan penyebab penyakit malaria ini ditularkan oleh nyamuk spesies Anopheles. Penyakit ini ditandai dengan demam yang sering berkala (periodic) dengan berbagai derajat, kurang darah (anemia), limpa membesar, serta dengan berbagai kelompok gejala (sindroma) karena gangguan pada hati, otak dan ginjal. Salah satu publikasi memukakan  penyakit malaria menjadi masalah di 100 negara di dunia, menimpa lebih dari 2 juta penduduk. Diperkirakan dalam setahun malaria menyerang 300 juta penduduk, 90% dari jumlah ini di Negara tropis di Afrika.

Angka kematian karena karena penyebab penyakit malaria diperkirakan sekitar 1 juta setahunnya, terutama penderita berusia anak0anaka. Malaria menyerang daerah pedesaan dimana fasilitas kesehatan kurang memadai dan transportasi masih sukar.

Golongan yang beresiko tertular malaria, antara lain :

  • -Ibu hamil
  • Pelancong yang tidak memiliki kekebalan terhadap malaria
  • Pengungsi
  • Pekerja yang berpindah ke tempat yang endemis

Penyakit malaria salah satu penyakit parasit yang tersebar luas di seluruh dunia meskipun umumnya terdapat di daerah berlokasi antara 60 derajat lintang utara- 40 derajat lintang selatan. Tetapi distribusi plasmodium biasanya tidak merata.  Penyebab penyakit malaria ini bisa terjadi bila memenuhi kondisi ;

  1. Ada nyamuk anopheles yang sesuai
  2. Ada penduduk yang peka
  3. Ada penduduk yang tidak mempunyai kekebalan terhadap malaria
  4. Kondisi lingkungan, su8hu 18-29 derajat celcius dan ketinggian <2.000 m diatas permukaan laut.

Masa inkubasi biasanya 10-14 hari dengan variasi 9-30 hari. Penyebaran penyakit malaria belakangan ini sudah berubah berkat keberhasilan kampanye pemberantasan malaria oleh Badan Kesehatan Dunia.  Infeksi plasmodium falcipanom pada orang yang daya tahannya lemah sering bisa fatal, sedangkan infeksi oleh Plasmodium lain (vivax, ovale, dan malaria) jarang menimbulkan sakit serius dan jarang mematikan. Yang klasik pada malaria adalah timbul demam yang sering berkala (periodic) disertai sakit kepala, mual, dan muntah. Selain itu, badan terasa capai, nyeri otot-otot, sedikit diare.

Gejala dan keluhan ini bisa membingungkan dengan penyakit flu dan penyakit Gastroentritis. Pada yang berat, teradi kegagalan fungsi organ-organ hingga kesadaran penderita terganggu sampai  kejang-kejang, koma, dan meninggal.

Obat malaria yang paling terkenal adalah kinina. Umumnya, dipakai sebagai kinina sulfat atau kinina hidroklorida, sedangkan untuk anak-anak  digunakan garamnya yang tidak pahit, yaitu kinina karbonat (Euchinin) dan kinina tannat.  Kinina adalah suatu alkaloid yang bersama-sama dengan quinidin diambil dari kulit pohon Quinchona.  Kinina mempunyai sifat antipiretik yang mempunyai aktivitas khusus terhadap demam malaria karena dapat mematikan trophozoit. Perbedaan kimia dengan obat-obat antipiretik lainnya ialah bahwa kinina dapat menurunkan kecepatan pertukaran zat dari sel-sel sehingga produksi kalor berkurang.

Posted in Penyakit Malaria | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Sejarah Penyakit Malaria

Banyak yang belum mengetahui bahwa malaria sebenarnya merupakan penyakit yang sudah dikeal sejak 3.000 tahun yang lalu. Kata “malaria” itu berasal dari dua kata yaitu “mala” yang berarti bencana dan “aria” yang berarti udara.


Macam-macam penyakit malaria

Penyakit malaria ada tiga macam :

1. Malaria Tertiana yang disebabkan oleh Plasmodium Vivaz dan Ovale dengan tanda demam berkala 3 hari sekali.

2. Malaria Kwartana yang disebabkan oleh Plasmodium Malaria dengan tandan demam berkala 4 hari sekali.

3. Malaria Tropika yang disebabkan oleh Plasmodium falcifarum dengan tanda demam tidak tertentu.

Yang paling banyak dan berbahaya di daerah tropis adalah Plasmodiuk Falcifarum yang dapat mengakibatkan malaria tropika.

Malaria masih merupakan penyakit infeksi yang penting di dunia dan menimbulkan penderitaan pada jutaan umat manusia. Lebih dari 40 % penduduk dunia berisiko terkena malaria. Penyebaran penyakit ini terbatas pada daeran antara 60 derajat lintang utara dan 40 derajat lintang selatan.

Menurut jenisnya, malaria tertiana terbanyak ditemukan di derah subtropis. Malaria troika di daerah tropis terutama di Asia Tenggara, Balkan, Italia, Sicilia. Malaria kwaertana hanya sedikit di jumpai di daerah tropis di Afrika. Malaria ovle terbatas di Afrika, irian dan Amerika Serikat.

Data Tahun 2000 menunjukkan bahwa hampir 300 juta penduduk dunia menderita penyakit malaria. Sebanyak satu juta orang di antaranya meninggal. Artinya 3.000 orang meningga setiap hari, sebagian adalah bayi dan anak balita. 90% penderita berada di Afrika dan 40% penduduk dunia bermukim di daerah rawan malaria termasuk Indonesia.

Posted in Penyakit Malaria | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Malaria

Perkataan malaria berasal dari bahasa Italia (mala = jelek, aria = udara), jadi dahulu orang menduga bahwa penyakit malaria disebabkan oleh udara yang kotor. Dalam penelitian yang lebih modern ternyata penyakit malaria disebabkan oleh parasit bersel tunggal yang disebut protozoa dan dipindahkan ke dalam tubuh manusia melalui nyamuk anopheles.

Malaria adalah penyakit infeksi yang paling luas penyebarannya di dunia dan diperkirakan 1/3 penduduk di dunia terkena penyakit ifeksi ini sehingga mempunyai pengaruh sosial.

Gambar : Nyamuk Anopheles yang merupakan nyamuk penyebar penyakit malaria

Penelitian yang dijalankan menjelang dan selama perang dunia II menunjukkan bahwa obat-obat yang dapat menanggulanginya dengan baik ialah obat-obat sintesis. 20 tahun kemudian ternyata setelah obat-obat sintesis ini dapat dibuat dan sangat manjur, manfaat obat-obat sintesis tersebut menurun karena penyakit malaria tersebut menjadi sangat resisten sehingga akhirnya orang kembali memakai obat kuno yakni kina.

Dan juga faktor penyebab yaitu nyamuk sendiri telah menjadi resisten terhadap insektisida DDT, walaupun dahulu sangat ampuh. Karena itu penelitian di bidang ini sekarang masih dilaksanakan dan belum berhasil didapatkan imunisasi terhadap malaria.

Dahulu pemberantasan penyakit malaria di Indonesia dilakukan oleh Komando Operasi Pembasmian Malaria (KOPM) yang mempunyai tugas utama yaitu membasmi pembawa penyakit malaria yaitu nyamuk anopheles. Dinas ini sekarang termasuk P3M (Pencegahan Pembasmian Penyakit Menular).

Posted in Penyakit Malaria | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Malaria di Indonesia

Saat ini, penyakit malaria menjadi penyebab kematian lebih banyak oragn di dunia, dibanding penyakit lain. Malaria mejadi penyebab utama penyakit dan kematian di Papua. Tim kesehatan masyarakat PTFI, berkoordinasi besama pemerintah Indonesia, telah lama melancarkan perang melawan malaria dengan cukup berhasil selama lebih satu dasarwarsa, melalui upaya untuk merintangi penyebaran penyakit tersebut, melalui pengendalian nyamuk yang membawa parasit malaria, membasmi vektor nyamuk, memberi pengobatan pencegahan, melakukan pemeriksaan terhadap warga, serta memberi pengobatan yang mutakhir.

Seiring dengan pertumbuhan penduduk setempat, tantangan dalam memerangi malaria pun meningkat. Beberapa warga yang baru pindah dari wilayah terpencil tidak memiliki pertahanan alami terhadap penyakit malaria.

Sarana kesehatan setempat tengah berjuang memberi pelayanan yang layak bagi arus pasien baru yang kian meningkat. Obat yang digunakan saat ini untuk menanggulangi malaria di Indonesia memiliki kemungkinan 70% mengembangkan kekebalan penyakit terhadap obat, sehingga penyakit tersebut kerap timbul kembali, sehingga diperlukan perawatan kembali di rumah sakit.

Posted in Penyakit Malaria | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala Malaria

Penyakit malaria ditandai dengan gejala utama berupa demam. Demam malaria bersifat khas. Bergantung pada jenis parasit yang menyerang, demam timbul secara berkala, dua atau tiga hari sekali. Demam diawali dengan menggigil, kemudian mencapai puncaknya, hingga akhirnya suhu menurun disertai keringat yang banyak.

Namun tidak jarang, penyakit malaria bersifat campuran antara dua jenis parasit yang berbeda (terdapat pada 9 persen penderita), sehingga sifat demam tidak lagi nyata muncul secara berkala seperti pada penyakit malaria yang murni oleh satu jenis parasit.

Lamanya demam tidak sama untuk setiap jenis parasit. Ada yang bisa mencapai 12 jam jika tidak diobati. Karena sifatnya ini, penyakit malaria kerap dijuluki Demam Roma, Demam Charges, Demam Rawa, Demam Tropik, Demam Pantai, Demam Intermitens, ague atau Paludisme. Semuanya menggambarkan sifat demam dan lokasi penyakit yang paling sering dijumpai, seperti rawa-rawa dan pantai daerah tropik.

Di samping demam, terjadi pula pembesaran limpa. Limpa dapat sedemikian besar sehingga perut penderita tampak sangat buncit. Letak limpa itu dibawah lengkung tulang rusuk sebelah kiri. Terjadinya demam yang khas dan pembesaran limpa merupakan awal kecurigaan adanya penyakit malaria pada seseorang. Lebih-lebih jika disertai gejala kekurangan darah (anemia) yang cukup mencolok, karena pada penderita malaria, sel darah merah dimakan oleh parasit. Sel darah merah akan hancur dan penghancuran sel darah merah lebih banyak terjadi akibat daya-makan sistem pertahanan tubuh.

Faktor ras mempengaruhi kekebalan seseorang terhadap parasit malaria. Kekebalan ini dapat terjadi secara bawaan rasial, dapat pula secara didapat. Yang didapat ini diwariskan dari ibu pada bayi yang sedang dikandung. Bisa pula secara aktif karena sudah pernah (sering) menderita (toleransi). Pada mereka yang kebal, penyakit ini tidak menampakkan diri (gejala) atau hanya bersifat ringan.

Karena sifat parasit yang beredar bebas dalam aliran darah dan baru keluar dari sarang persembunyiannya, baik di hati, limpa atau bagian tubuh lainnya, saat demam muncul, maka pemeriksaan darah dilakukan saat penderita sedang demam. Pengambilan darah yang dilakukan di luar masa demam, akan sia-sia karena parasit tidak ditemukan, hal ini dikarenakan ada dalam tubuh penderita.

Untuk jenis malaria ringan, bila tidak diobati, tidak apa-apa karena penderita tidak akan sampai meninggal dunia. Namun penyakit akan terus berkembang hingga bertahun-tahun. Dalam rentang waktu tersebut, kadang-kadang serangan demam muncul, ringan atau sama dengan serangan kali pertama.

Jenis malaria yang ganas, yaitu yang demamnya tidak teratur dan terus-menerus, biasanya berakhir dengan kematian. Kematian terjadi karena ada penyumbatan oleh parasit dalam pembuluh-pembuluh darah halus. Sumbatan pembuluh di jantung (koroner) atau otak dapat berakibat fatal.

Penularan malaria dapat terjadi melalui ari-ari. Ari-ari ibu yang lazimnya dapat menahan masuknya parasit ke tubuh janin, tiba-tiba bobol dan parasit menularkannya ke tubuh bayi (malaria congenital).

Penularan di negara beriklim dingin terjadi melalui transfusi darah. Apalagi bila penyakit malaria jenis malariae dapat bercokol dan hidup selama 30 tahun dalam tubuh si penderita. Pembawa penyakit malaria yang menjadi donor inilah yang berperan sebagai sumber penularan di daerah-daerah yang tidak berbakat terserang malaria. Demikian pula penularan melalui jarum suntik para pecandu obat bius.

Pencegahan Malaria

Ada jenis obat antimalaria lain yang masih mempan membunuh parasit yang ada. Dengan pengobatan secara tuntas, penyakit malaria dapat disembuhkan. Namun yang jauh lebih petng, penyakit tidak merajalela.

Pencegahan harus diupayakan dengan menyembuhkan semua penderita malaria, memberantas nyamuk malaria serta melindungi orang-orang yang peka terhadap nyamuk malaria. Pemberantasan ditujukan pada pembasmian sarang-sarang induk nyamuk, membunuh larva nyamuk dan mengurangi jumlah nyamuk dewasa. Di beberapa negara, pembasmian telah berhasil dilakukan, sedangkan di beberapa negara lainnya baru pada tahap pemberantasan.

Posted in Penyakit Malaria | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyebab Malaria

Lebih dari 1 miliar orang terancam penyakit malaria di dunia. Mereka hidup di daerah-daerah malaria, yaitu daerah-daerah yang berjajar antara 60° LU dan 32° LS, termasuk Indonesia.

Menghadapi ancaman penyakit malaria tersebut, lebih dari 100 juta orang telah terkena penyakit malaria. 1 juta diantaranya meninggal dunia.

Penyebaran penyakit malaria ini dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain :

- Faktor iklim
- Topografi
- Kondisi sosial ekonomi
- Suhu yang cocok untuk berkembang suburnya penyakit malaria berkisar antara 16-34 derajat Celcius dengan kelembaban relatif 60 persen

Faktor ras juga mempengaruhi kekebalan seseorang terhadap penyakit malaria. Orang berkulit hitam lebih kebal terhadap malaria, parasit malaria yang sudah kebal terhadap obat-obatan anti-malaria yang lazim digunakan, dan ada tidaknya nyamuk sebagai pembawa bibit penyakit malaria. Kenyataan-kenyataan inilah yang membedakan penyebaran penyakit malaria di berbagai daerah di dunia. Hawaii dan Selandia Baru dinyatakan bebas malaria karena di sana tidak ditemukan nyamuk khusus pembawa parasit malaria, yaitu nyamuk jenis anopheles, nyamuk yang menungging saat menggigit.

Daur Hidup Penyakit Malaria

Daur perjalanan penyakit malaria sedikit berliku. Untuk dapat tetap mempertahankan daur kehidupannya, parasit malaria membutuhkan dua tuan rumah atau hospes, yaitu makhluk bertulang belakang (vertebrata) dan nyamuk jenis anopheles. Jika ia kehilangan satu dari kedua tuan rumahnya ini, maka rantai kehidupannya tidak akan berkesinambungan alias tidak dapat berketurunan.

Manusia sebagai hospes perantara dari parasit malaria, memungkinkan perkembangan parasit menempuh separuh dari daur hidupnya. Mirip dengan daur hidup kupu-kupu yang bermula dari kepompong, parasit malaria juga demikian. Bayi parasit yang memasuki tubuh manusia beredar di dalam darah. Sebagian memasuki sel darah merah dan bercokol di sana sebagai pendompleng sejati. Adanya domplengan parasit malaria di dalam sel darah merah inilah yang menimbulkan penyakit malaria pada manusia.

Siklus Hidup Malaria

Sebaliknya tidak demikian dengan nyamuknya. Bayi parasit yang dengan bebasnya beredar dalam aliran darah penderita, yang kemudian terisap oleh nyamuk malaria atau si anopheles, tidak membuat nyamuk menderita penyakit malaria.

Nyamuknya tetap segar bugar, sekalipun di dalam tubuhnya telah berkembang bayi parasit yang siap menjadi parasit malaria dewasa dan siap berkembang biak, untuk selanjutnya menancapkannya lewat gigitan di tubuh manusia lain. Dengan cara demikian penularan penyakit malaria terjadi. Di dalam ludah nyamuk yang membawa parasit malaria terkandung banyak sekali parasit yang siap berkembang dalam darah manusia.

Pembawa daur hidup parasit malaria, baik di dalam tubuh manusia maupun nyamuk, memerlukan waktu tertentu. Ada 4 jenis parasit malaria yang dikenal. Masing-masing berbeda-beda daur hidupnya. Ada tahapan parasit berkembang di luar sel darah merah, ada tahapan ia berkembang di dalam sel darah merah. Tahapan yang terakhirlah yang membangkitkan gejala demam pada penderita.

Posted in Penyakit Malaria | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment