Penyakit Malaria

Penyakit Malaria adalah penyakit disebabkan oleh infeksi protozoa dari genus plasmodium dan mudah dikenali dari gejala panas dingin menggigil dan demam berkepanjangan. Malaria tidak di tularkan secara kontak langsung dari satu manusia ke manusia lainnya melainkan telah terinfeksi parasit malaria. Pada saat nyamuk Anopheles betina menggigit akan memasukkan air liurnya yang mengandung parasit ke dalam peredaran darah manusia. Selanjutnya parasit masuk ke dalam sel-sel hati, lalu sekitar 1 hingga 2 minggu setelah di gigit, parasit kembali masuk ke dalam darah.

Penyakit Malaria

Penyakit Malaria

Penyakit Malaria

Parasit selanjutnya menyerang sel darah merah dan mulai memakan hemoglobin, bagian darah yang membawa oksigen. Pecahnya sel darah merah yang terinfeksi plasmodium ini dapat menyebabkan timbulnya gejala demam disertai menggigil.

Karena banyak sel darah merah yang pecah, maka menyebabkan anemia.

Penyakit malaria memiliki 4 jenis, dan masing-masing disebabkan oleh spesies parasit yang berbeda, yaitu :

  1. Malaria Tertian
    Penyebab : Plasmodium vivax
    Gejala demam dapat terjadi setiap dua hari sekali setelah gejala pertama terjadi atau terjadi selama 2 minggu setelah terinfeksi.
  1. Malaria Tropika
    Penyebab : Plasmodium falcipatrum
    Plasmodium falcipatrum sering menghalangi jalan darah ke otak, menyebabkan koma, mengigau, dan kematian.
  1. Malaria Kuartana
    Penyebab : Plasmodium Malariae
    Memiliki masa inkubasi lebih lama daripada penyakit malaria tertiana atau tropika. Gejala pertama biasanya tidak terjadi antara 18 sampai 40 hari setelah infeksi terjadi.
    Gejala tersebut kemudian akan terulang kembali setiap 3 hari.
  1. Malaria
    Penyebab : Plasmodium ovale
    Pada masa inkubasi malaria , protozoa tumbuh didalam sel hati; beberapa hari sebelum gejala pertama terjadi, organisme tersebut menyerang dan menghancurkan sel darah merah sejalan dengan perkembangan mereka, sehingga menyebabkan penyakit malaria. Kemudian nyamuk ini menyalurkan parasit yang ada di dalam tubuhnya masuk ke dalam tubuh manusia lewat dari gigitan disaat dia sedang menghosap darah manusia untuk bisa memberikan makan untuk telur-telurnya. Nyamuk ini pastilah sudah mengalami infeksi yang berasal dari manusia yang sebelumnya sudah mengalami infeksi, dalam dalam waktu kurang dari 1 menit, parasit ini kemudian akan masuk ke dalam darah manusia dan masuk ke dalam tubuh nyamuk. Kemudian jika nyamuk sudah terinfeksi menggigit manusia yang dalam keadaan sehat, maka kemungkinan manusia akan tertular.

Penularan Penyakit Malaria

Cara penularan penyakit malaria dari manusia ke manusia yang lain adalah :

  1. Lewat transplantasi organ yang berasal dari pengidap penyakit malaria. Untuk itulah, orang yang akan melakukan transplantasi organ harus mengecek kesehatannya dengan benar-benar.
  2. Pemakaian dari jarum suntuk yang dilakukan dengan bergantian
  3. Lewat donor darah atau transfusi darah
  4. Dari ibu hamil yang menderita penyakit malaria yang kemungkinan juga akan menularkan penyakit malaria pada bayi yang sedang dikandungnya. Dan kasus seperti ini juga disebut juga dengan istilah penyakit malaria turunan atau penyakit bawaan lahir.

Gejala Malaria

Untuk gejala penyakit malaria, biasanya ditandai dengan terjadinya mengigil, demam, sakit kepala, mual, muntah, penyakit diare, dan juga nyeri sendi serta terasa pegal-pegal pada tubuh. Dan gejala malaria yang ringan akan terbagi menjadi 3 stadium yakni adalah :

  1. Stadium dingin
    Untuk stadium dingin, maka penderita baisanya akan merasakan gejala seperti dingin dan juga menggigil yang luar biasa, selain itu denyut nadi yang akan terasa lebih cepat namun akan terjadi dengan lemah. Selain itu, bibir dan jari yang akan terlihat berwarna kebiruan,
  2. Stadium demam
    Untuk fase stadium ini maka penderita biasanya akan merasakan panas, muka yang kemerahan, kulit yang agak kering, muntah dan juga sakit kepala. Suhu tubuh biasanya bisa mencapai sekitar 40 derajat celcius dan bahkan lebih. Terkadang para penderita juga akan mengalami kekejangan. Gejala seperti ini biasanya akan berlangsung paling tidak selama 2-4 jam lebih.
  3. Stadium berkeringat
    Pada stadium berkeringat biasanya penderita penyakit malaria akan merasakan tubuhnya selalu berkeringat. Suhu tubuh yang terjadi biasanya dibawah rata-rata sehingga akan mengakibatkan suhu tubuh berubah menjadi dingin. Karena sering merasakan berkeringat, maka biasanya penderita juga sering merasa haus dan keadaan tubuh mereka yang lemah.

Sedangkan untuk gejala penyakit malaria yang berat, maka biasanya gejala yang muncul adalah :

  1. Pingsan atau hilangnya kesadaran
  2. Sering mengigau
  3. Bicara dengan kata-kata yang salah dan tidak bisa terkontrol dengan baik
  4. Mengalami kekejangan
  5. Dehidrasi
  6. Sesak nafas atau bernapas dengan cepat

Cara mencegah penyakit malaria yang bisa dilakukan adalah dengan menghindari diri dari serangan nyamuk dengan menjaga kebersihan diri atau juga menjaga kebersihan sekitar Anda agar nyamuk tidak melakukan perkembang biakan. Jika Anda sedang melakukan suatu kunjungan pada daerah yang terkenal sebagai tempat endemis penyakit malaria, maka sebaiknya minumlah obat malari Klorokuin yang berfungsi dalam melakukan pencegah agar parasit tidak masuk ke dalam tubuh kita.

Cara Mengobati Malaria

Cara mengobati penyakit malaria adalah :

  1. Modern
    Lakukan pemeriksaan ke dokter. Dan dokter biasanya akan menganjurkan Anda untuk menjauhi daerah yang terpencil dan juga sangat jauh dari penyebab malaria.
  2. Tradisional
    Cara mengobati penyakit malaria secara tradisional adalah dengan menggunakan daun pepaya. Caranya adalah ambil beberapa daun pepaya kemudian airnya direbus 3 kali sehari. Lakukanlah cara ini dengan teratur paling tidak dilakukan setiap hari dan yakin bahwa Anda akan sembuh.

Penyakit Malaria

Posted in Penyakit Malaria | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Comments Off

Masalah Penyakit Malaria

Masalah penyakit malaria merupakan penyakit endemis yang menyerang Negara-negara dengan penduduk yang padat. Batas penyebaran malaria adalah 64 Lintang Utara (Rusia) dan 32 Lintang Selatan (Argentina). Ketinggian yang memungkinkan parasit malaria hidup adalah 400 m dibawah permukaan laut (loaut mati) dan 2.600 meter diatas permukaan laut (Bollivia). Plasmodium vovax mempunyai distribysi geografis yang luas, mulai dari daerah yang beriklim dingin, subtropics, sampai ke daerah tropis. Plasmodium falciparum terutama menyebabkan malaria di benua Afrika dan daerah tropis lainnya.  Di Indonesia malaria dapat terjadngkit didaera dengan ketinggian sampai 1.800 m diatas permukaan laut. Spesies yang paling banyak dijumpai adalah plasmodium falciparum dan plasmodium vivax. Plasmodium malariae dijumpai di Indonesia bagian timur, sedangkan plasmodium ovales pernah ditemukan di Papua dan Nusa tenggara Timur. Secara umum, setiap orang dapat terinfeksii, tetapi ada beberapa orang yang memiliki kekebalan terhadap parasit malaria, baik yang bersifat bawaan/alamiah maupun didapat.

Masalah Penyakit Malaria

Masalah Penyakit Malaria

Penyakit Malaria

Orang yang paling beresiko terinfeksi  masalah penyakit malaria adalah anak  balita, wanita hamil, serta penduduk non imun, yang mengunjungi daerah endemis malaria, seperti para pengungsi, transmigran, dan wisatawan. Penyakit malaria ditularkan melalui dua cara, yaitu alamiah dan nonalamiah. Penularan secara alamiah adalah melalui gigitan nyamuk anopheles yang mengandung parasir malaria dan nonalamiah jika bukan melalui gigitan nyamuk anopehels. Berikut beberapa penularan malaria secara non alamiah.

Masalah penyakit malaria masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting di Indonesia. Di daerah transmigrasi dan daerah lain yang didatangi penduduk baru dari daerah non-endemik, sering terjadi letusan atau wabah yang menimbulkan banyak kematian. Lebih dari setengah penduduk Indonesia masih hidup di daerah dimana terjadi penularan malaria, sehingga berisiko tertular malaria.

Penyebab Malaria

Masalah Penyakit Malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh protozoa obligat intraseluler yang hidup intra sel dari genus plasmodium. Penularan malaria dilakukan dilakukan oleh nyamuk betina dari tribus Anopheles. Adanya malaria di masyarakat dan dalam keluarga dapat dibedakan sebagai endemic atau epiendemik. Penggolongan lain adalah stable dan unstable malaria Macdonald. Malaria disuatu daerah dikatakan endemic bila insidensnya menetap untuk waktu yang lama.

Kelambu merupakan alat yang telah digunakan sejak dahulu kala. Sesuai persyaratan Depkes (1983) kelambu yang baik yaitu memiliki jumlah lubang per cm antara 6 – 8 dengan diameter 1,2 – 1,5 mm. Ada dua jenis kelambu yang sering digunakan masyarakat yaitu kelambu yang tidak menggunakan insektisida dan kelambu yang dicelup dengan insektisida.

Obat Malaria

Obat malaria yang paling terkenal adalah kinina. Umumnya dipakai sebagai kinina sulfat atau kinina hidrokloridam, sedangkan untuk anak-anak digunakan garamnya yang tidak pahit, yaitu kinina karbonat (Euchinin) dan kinina tannat.

Gejala Malaria

Gejala penyakit malaria yang muncul bisa terlihat dalam hitungan hari. Terkadang juga akan terlihat dalam hitungan bulan serta hitungan tahun. Hal inilah yang penting untuk Anda dalam menginformasikan mengenai riwayat dari perjalanan kesehatan Anda kepada dokter yang melakukan pemeriksaan disaat Anda saat merasakan gejala-gejala penyakit malaria seperti misalnya penyakit flu, dan bahkan sampai terjadi satu tahun terakhir semenjak dari kunjungan perjalanan pertama yang dilakukan pada daerah yang mempunyai potensi penyakit malaria yang tinggi.

Gejala awal yang muncul dari penyakit malaria adalah :

  1. Sakit flu
  2. Sakit kepala
  3. Badan terasa sakit atau malaise
  4. Merasa kelelahan dan kurang sehat.
  5. Menggigil
  6. Demam
  7. Berkeringat
  8. Letih
  9. Mual
  10. Muntah
  11. Penyakit diare
  12. Dan mata kuning.

Jika penyakit malaria tidak segera mendapatkan pertolongan, maka akan menyebabkan suatu hal yang menjadi semakin fatal karena akan menimbulkan penyakit anemia, terjadinya kekejangan, gangguan mental, gagal ginjal, mengalami koma atau bahkan menyebabkan kematian untuk kasus yag fatal. Dibandingkan dengan penduduk lokal, pendatang di daerah yang berpotensi penyakit malaria biasnaya lebih rentan dan beresiko tinggi mengalami suatu komplikasi pada penyakit malaria.

Pengobatan yang dilakukan pada penderita penyakit malaria adalah dilakukan dengan sesegera mungkin, maka penyakit malaria bisa dengan mudah disembuhkan. Untuk jenis kasus yang berat atau juga berpotensi besar menjadi semakin parah, maka penderita juga perlu mendapatkan tindakan rawat inap dirumah sakit. Namun untuk kasus penyakit malaria yang ringan, biasanya bisa ditangani dengan melakukan rawat jalan.

Pencegahan Malaria

Tindakan yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit malaria adalah pencegahan ABCD :

  1. A : Awasilah semua hal yang beresiko tinggi pada terjadinya penyakit malaria, dan sadarilah masa inkubasi atau gejala yang paling utama.
  2. Hindarilah terkena gigitan dari nyamuk dan paling utama saat sore hari datang serta B : Bersihkanlah daerah yang menjadi sarang tempat tinggal nyamuk.
  3. Obat malaria yang digunakan adalah jenis obat C : Chemoprophylaxis untuk membantu menjaga tingkat dari infeksi yang terjadi lebih lanjut.
  4. Segera mendapatkan D : Diagnosis dan juga pengobatan yang tepat dari tim medis jika Nada mengalami demam yang terjadi selama 1 minggu setelah Anda datang ke daerah yang berpotensi penyakit malaria, sekitar 3-12 bulan setelah keberangkatan Anada dilakukan.

Itulah informasi mengenai penyakit malaria, gejala malaria dan juga pengobatan penyakit malaria. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda semuanya.

Masalah Penyakit Malaria

Posted in Penyakit Malaria | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Pemberantasan dan Pengobatan Penyakit Malaria

Pemberantasan dan Pengobatan Penyakit MalariaPenyakit Malaria menempati posisi keenam dalam daftar penyebab kematian akibat penyakit menular di Indonesia. Dari Annual Parasite Insidence (API) tahun 2006 sebesar 3,0/1000 jiwa. Hanya saja, seiring dengan langkah dan upayanya, berdasarkan API Indonesia  sukses menurunkan angka tersebut menjadi 1,96/1000 pada tahun 2010 dan kembali turun ke 1.75/1000 pada tahun 2011.

Pemberantasan dan Pengobatan Penyakit Malaria

Pemberantasan dan Pengobatan Penyakit Malaria

Penyakit Malaria

Malaria adalah penyakit lama yang bisa disembuhkan dan tak terlampau rumit ataupun kompleks penanganannya. Namun diperlukan tiga perhatian, yakni bagaimana mengupayakan agar pemberantasan malaria menjadi gerakan masyarakat sehingga bisa mengubah gaya hidup dan bisa mengurangi resiko penularan, lalu terdapat keinginan kuat untuk terus menerus menggalang advokasi pemberantasan malaria, serta target sasaran definitif yang jelas baik komunitas dan waktu.

Pemberantasan dan Pengobatan Penyakit Malaria

Ada 5 cara dalam Pemberantasan dan Pengobatan Penyakit Malaria, antara lain diagnosis dini dan pengobatan yang tepat, pengendalian vektor, peningkatan surveillance, pemberdayaan masyarakat dan penggalangan kemitraan.

Namun, dalam menegaskan Pemberantasan dan Pengobatan Penyakit Malaria, pelaksanaan malaria di berbagai daerah harus dilaksanakan secara intensif dan komprehensif  dengan melibatkan berbagai sektor dalam masyarakat. Malaria adalah penyakit yang bisa disembuhkan dan tak sulit penanganannya asalkan Indonesia memiliki tekad kuat untuk menanganinnya secara keseluruhan.

Pemberantasan dan Pengobatan Penyakit Malaria di Indonesia lebih diutamakan pemberantasan malaria untuk anak-anak dan ibu hamil sehingga generasi muda terhindar dari penyakit ini.  Sampai tahun 1993, chloroquine masih meruppakan obat terbaik untuk mencegah maupun mengobati malaria. Walaupun sekarang banyak ditemukan resistensi terhadap chloroquine di Asia Tenggara, termasuk di Indonesia. Biasanya dipakai Quinine sebagai obat pilihan utama di resisten malaria, atau obati cerebral malaria.

Obat malaria baru mefloquine dan fransidar dipakai untuk mencegah dan obat malaria  yang reseisten terhadap chlorquine. Proguanil dikombinaskan dengan chloroquine unutk usaha prevnetif malaria. Primaquine kadang-kadang dipakai untuk mencegah kekambuhan penyakit sesudah diobati dengan obat malaria lain. Tetracylin sekarang kadang-kadang digunakan untuk pencegahan dan pengobatan malaria. Penyakit lainnya yang diakibatkan nyamuk adalah kaki gajah serta demam berdarah.

Pemberantasan penyakit malaria dilakukan dengan 4 fase, yakni adalah :

  1. Fase persiapan : Fase ini biasanya dilakukan dengan pengenalan pada wilayah, penyediaan tenaga, bahan, alat serta kendaraan yang disiapkan.
  2. Fase penyerangan : Fase ini dilakukan dengan teknik penyemprotan rumah dengan menggunakan insektisida yang memiliki efek dari residual yang disertai dengan PCD dan juga ACD.
  3. Fase konsplidasi : Fase ini baisanya dimulai jika Annual Parasite Insidence yang terjadi kurang dari 1%. Kegiatan yang paling penting adalah misalnya PCD dan juga ACD. Fase ini biasanya akan berakhir selama 3 tahun dengan berturut-turut tidak ditemukan lagi adanya kasus penyakit malaria indigenous.
  4. Fase pemeliharaan atau maintenance. Fase ini biasanya akan berjalan dengan beberapa tahun untuk bisa mempertahankan hasil yang bisa dicapai sampai bisa dinyatakan terbebas penyakit malaria oleh tim WHO setelah memenuhi beberapa syarat antara lain adalah berfungsinya suatu jaringan dari pelayanan kesehatan secara primer.

Sedangkan  untuk pelaksanaan dari program pemberantasan penyakit malaria biasanya membutuhkan suatu organisasi sendiri yang disebut dengan sebutan KOPEM (Komando Operasi Pembasmiam Malaria) yang bisa memiliki unit sampai desa.

Pencegahan Malaria

Cara pencegahan yang dilakukan pada penyakit malaria adalah :

  1. Mengindari serta mengurangi terjadinya kontak atau gigitan pada nyamuk Anopheles, dengan menggunakan kelambu, penjaringan rumah, repelen, dan obat nyamuk.
  2. Membunuh nyamuk dewasa dengan cara menyemprotkan insektisida
  3. Membunuh dan menghilangkan jentik sebagai salah satu kegiatan dari antilarva baik yang dilakukan secara kimiawi atau larvisida maupun secara biologik seperti ikan tumbuhan, bakteri serta jamur.
  4. Mengurangi tempat perindukan dari nyamuk.
  5. Pemberian jenis obat-obatan tertentu dalam melakukan pencegahan.
  6. Vaksinasi atau didalam suatu tajap risep dari clinical trial.

Selain itu, peran serta dari pengelola kesehatan yang dilakukan pada setiap tingkat juga harus mengatur strategi ini di tingkat lokal, dan selain itu juga para petugas kesehatan juga perlu mendapatkan pemahaman tambahan untuk bisa menghadapi penyakit malaria dengan lebih efektif.

Di negara kita sendiri usaha dan upaya untuk melakukan pembasmian penyakit malaria masih belum terbilang optimal karena mengalami beberapa hambatan, misalnya adalah seperti tempat perindukan nyamuk malaria yang masih tersebar secara luas, dan selain itu juga penderita yang mengalami kasus banyak, serta keterbatasan dari sumber daya manusia, infrastruktur serta biaya. Oleh sebab  itulah, usaha yang biasanya kemungkinan dilakukan adalah denan teknik pencegagan dan melakukan pemberanjtasan pada penularan parasit.

Dan juga beberapa usaha yang bisa dilakukan adalah :

  1. Menghindari gigitan nyamuk malaria
    Hal ini dilakukan dengan memakai baju lengan panjang dan celana lengan panjang saat keluar rumah di sore hari sampai malam hari.
  2. Membunuh jentik dan nyamuk malaria dewasa
    Hal ini dilakukan dengan beberapa tindakan seperti penyemprotan rumah, lavardicing, Biological control
  3. Mengurangi tempat perindukan nyamuk malaria
    Hal ini dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan. Untuk tambak ikan yang kurang dipelihara dan kurang dijaga dengan baik maka sebaiknya bersihkanlah, parit-parit yang ada di sepanjang pantai akibat bekas galian yang berisi dengan air payau maka harus segera di tutup, persawahan dengan menggunakan saluran irigasi, airnya juga harus dipastikan bisa mengalir dengan lancar.

Pemberantasan dan Pengobatan Penyakit Malaria

Posted in Penyakit Malaria | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyebab Penyakit Malaria

Penyebab Penyakit Malaria – Satu penyakit yang disebabkan oleh sporozoa genus plasmodium dan penyebab penyakit malaria ini ditularkan oleh nyamuk spesies Anopheles. Penyakit ini ditandai dengan demam yang sering berkala (periodic) dengan berbagai derajat, kurang darah (anemia), limpa membesar, serta dengan berbagai kelompok gejala (sindroma) karena gangguan pada hati, otak dan ginjal. Salah satu publikasi memukakan  penyakit malaria menjadi masalah di 100 negara di dunia, menimpa lebih dari 2 juta penduduk. Diperkirakan dalam setahun malaria menyerang 300 juta penduduk, 90% dari jumlah ini di Negara tropis di Afrika.

Penyebab Penyakit Malaria

Penyebab Penyakit Malaria

Penyakit Malaria

Angka kematian karena karena penyebab penyakit malaria diperkirakan sekitar 1 juta setahunnya, terutama penderita berusia anak0anaka. Malaria menyerang daerah pedesaan dimana fasilitas kesehatan kurang memadai dan transportasi masih sukar.

Golongan yang beresiko tertular malaria, antara lain :

  • Ibu hamil
  • Pelancong yang tidak memiliki kekebalan terhadap malaria
  • Pengungsi
  • Pekerja yang berpindah ke tempat yang endemis

Penyakit malaria salah satu penyakit parasit yang tersebar luas di seluruh dunia meskipun umumnya terdapat di daerah berlokasi antara 60 derajat lintang utara- 40 derajat lintang selatan. Tetapi distribusi plasmodium biasanya tidak merata.

Penyebab Malaria

Penyebab penyakit malaria ini bisa terjadi bila memenuhi kondisi ;

  1. Ada nyamuk anopheles yang sesuai
  2. Ada penduduk yang peka
  3. Ada penduduk yang tidak mempunyai kekebalan terhadap malaria
  4. Kondisi lingkungan, su8hu 18-29 derajat celcius dan ketinggian <2.000 m diatas permukaan laut.

Masa inkubasi biasanya 10-14 hari dengan variasi 9-30 hari. Penyebaran penyakit malaria belakangan ini sudah berubah berkat keberhasilan kampanye pemberantasan malaria oleh Badan Kesehatan Dunia.  Infeksi plasmodium falcipanom pada orang yang daya tahannya lemah sering bisa fatal, sedangkan infeksi oleh Plasmodium lain (vivax, ovale, dan malaria) jarang menimbulkan sakit serius dan jarang mematikan. Yang klasik pada malaria adalah timbul demam yang sering berkala (periodic) disertai sakit kepala, mual, dan muntah. Selain itu, badan terasa capai, nyeri otot-otot, sedikit oenyakit diare.

Gejala dan keluhan ini bisa membingungkan dengan penyakit flu dan penyakit Gastroentritis. Pada yang berat, teradi kegagalan fungsi organ-organ hingga kesadaran penderita terganggu sampai  kejang-kejang, koma, dan meninggal.

Obat Malaria

Obat malaria yang paling terkenal adalah kinina. Umumnya, dipakai sebagai kinina sulfat atau kinina hidroklorida, sedangkan untuk anak-anak  digunakan garamnya yang tidak pahit, yaitu kinina karbonat (Euchinin) dan kinina tannat.  Kinina adalah suatu alkaloid yang bersama-sama dengan quinidin diambil dari kulit pohon Quinchona.  Kinina mempunyai sifat antipiretik yang mempunyai aktivitas khusus terhadap demam malaria karena dapat mematikan trophozoit. Perbedaan kimia dengan obat-obat antipiretik lainnya ialah bahwa kinina dapat menurunkan kecepatan pertukaran zat dari sel-sel sehingga produksi kalor berkurang.

Gejala Malaria

Gejala penyakit malaria biasanya ditandai dengan beberapa hal berikut ini :

  1. Demam
    Demam baisanya akan muncul bersamaan dengan terjadinya skizon darah yang pecah dan kemudian akan mengeluarkan berbagai macam jenis antigen. Antigen inilah yang kemudian akan merangsang sel-sel makrofaf, monosit dan juga limfosit yang bsia mengeluarkan berbagai jensi sitokin, antara lainnya adalah TNF atau tumor nekrosis faktor.
  2. Penyakit anemia
    Hal ini disebabkan karena sel darah yang pecah yang mengalami suatu infeksi atau juga tidak mengalami suatu infeksi. Plasmodium falciparum yang menginfeksi semua jenis dari sel darah merah sehingpga penyakit anemia ini bisa terjadi untuk kasus infeksi akut dan juga secara kronis.
  3. Splenomegali
    Limpa adalah salah satu organ retikuloendothelial, dimana plasmodium yang bisa dihancurkan oleh sel-sel makrofag serta limfosit. Penambahan dari sel-sel radang ini kemudian akan menyebabkan terjadinya limpa membesar.

Untuk kasus penyakit malaria berat yang terjadi akibat dari Plasmodium falciparum yang memiliki patogenesis yang dilakukan secara khusus. Eritrosit yang mengalami suatu infeksi P. Falciparum biasanya akan mengalami suatu proses sekuestrasi yakni dari tersebarnya eritrosit yang berparasit tadi menuju ke pembuluh kapiler alat di dalam tubuh. dan selain itu juga pada permukaan sekitar eritorosit yang mengalami infeksi biasanya akan membentuk suatu knob yang isinya adalah berbagai antigen dari Plasmodium falciparum. Pada saat terjadinya suatu proses sitoadherensi, knob ini kemudian akan berikatan dengan reseptor sel endotel kapiler. Hal ini kemudian akan mengakibatkan terjadinya obstukrsi atau penyumbatan di dalam pembuluh darah kapiler yang bisa menyebabkan terjadinya iskemia jaringan. Dan terjadinya suatu sumbatan ini kemudian akan didukung juga dengan suatu proses pembentukan dari rosette yakni sel darah merah yang bergerombol sel darah merah yang berparasit di dalam sel darah merah yang lainnya.

Diagnosis Malaria

Penegakkan diagnosis penyakit malaria dilakukan berdasarkan dari anamnesis, dan suatu pemeriksaan fisik dan juga pemeriksaan laboratorium yang dilakukan. Selain itu, diagnosis pasti mengenai penyakit malaria harus ditegakkan dengan melakukan suatu pemeriksaan dari sediaan darah dengan lebih mikroskopik atau juga dengan melakukan tes diagnostik dengan lebih cepat (RDT-Rapid Diagnostik test).

Pemeriksaan fisik yang dilakukan pada penderita penyakit malaria adalah :

  1. Demam (yang dengan menggunakan alat ukur termometer 37,5 derajat celcius.
  2. Konjungtiva atau telapak tangan yang mengalami pucat
  3. Pembesaran pada limpa atai splenomegali
  4. Pembesaran di dalam hati atau hepatomegali.

Penyebab Penyakit Malaria

Posted in Penyakit Malaria | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Sejarah Penyakit Malaria

Sejarah Penyakit Malaria – Banyak yang belum mengetahui bahwa malaria sebenarnya merupakan penyakit yang sudah dikeal sejak 3.000 tahun yang lalu. Kata “malaria” itu berasal dari dua kata yaitu “mala” yang berarti bencana dan “aria” yang berarti udara.

Sejarah Penyakit Malaria dan Macam-Macam Penyakit Malaria

Penyakit malaria ada tiga macam :

1. Malaria Tertiana yang disebabkan oleh Plasmodium Vivaz dan Ovale dengan tanda demam berkala 3 hari sekali.

2. Malaria Kwartana yang disebabkan oleh Plasmodium Malaria dengan tandan demam berkala 4 hari sekali.

3. Malaria Tropika yang disebabkan oleh Plasmodium falcifarum dengan tanda demam tidak tertentu.

Sejarah Penyakit Malaria menunjukkan bahwa Yang paling banyak dan berbahaya di daerah tropis adalah Plasmodiuk Falcifarum yang dapat mengakibatkan malaria tropika. Malaria masih merupakan penyakit infeksi yang penting di dunia dan menimbulkan penderitaan pada jutaan umat manusia. Lebih dari 40 % penduduk dunia berisiko terkena malaria. Penyebaran penyakit ini terbatas pada daeran antara 60 derajat lintang utara dan 40 derajat lintang selatan.

Menurut jenisnya, Sejarah Penyakit Malaria tertiana terbanyak ditemukan di derah subtropis. Malaria troika di daerah tropis terutama di Asia Tenggara, Balkan, Italia, Sicilia. Malaria kwaertana hanya sedikit di jumpai di daerah tropis di Afrika. Malaria ovle terbatas di Afrika, irian dan Amerika Serikat.

Data Tahun 2000 menunjukkan bahwa hampir 300 juta penduduk dunia menderita penyakit malaria. Sebanyak satu juta orang di antaranya meninggal. Artinya 3.000 orang meningga setiap hari, sebagian adalah bayi dan anak balita. 90% penderita berada di Afrika dan 40% penduduk dunia bermukim di daerah rawan malaria termasuk Indonesia.

Mengatasi Penyakit Malaria

Upaya yang dilakukan untuk menanggulangi terjadinya resistensi pada obat anti malaria, maka pemerintah memberikan suatu rekomendasi pada jenis obat seabagai suatu pilihan dalam pengganti klorokuin dan SP terhadap Plasmodium yakni adalah kombinasi artermisinin yang biasanya disebut dengan ACT.

Saat ini di Indonesia sendiri, ada 2 regimen ACT yang banyak digunakan dalam program pengobatan penyakit malaria, yakni adalah :

  1. Artesunate – Amodiaquin
  2. Dyhydroartemisinin-Piperaquin (untuk saat ini khusus digunakan pada Papua serta wilayah lain khusus )

Kombinasi dari pemberian obat malaria Dyhydroartemisinin-Piperquin saat ini sudah dilakukan pada suatu penelitian di Timikia Papua. Dengan efikasi yang terjadi lebih dari 95% dan juga efek sampingnya yang rendah dan lebih sedikit dibandingkan dengan Artesunat – Amodiaquin. Dan selanjutnya obat malaria ini kemudian diharapkan bisa digunakan untuk seluruh Indonesia. Yang paling utama adalah jika terjadi suatu efek samping pada obat Artesunate-Amodiaquin.

Beberapa jenis obat antibiotik untuk penyakit malaria adalah ;

  1. Doksisiklin
    Formulanya adalah : kapsul serta tablet dengan kandungan 100 mg doksisiklin garam yang sama dengan hidroklorid.
    Khasiatnya adalah : kandungan spektrum yang sama aktivitasnya dengan Doksisiklin derivat dari oksitetra. Obat ini biasanya lebih lengkap untuk diabsorbsi dan juga lebih larut di dalam lemak. Serta selain itu juga mempunyai waktu paruh plasma yang lebih panjang lagi.
    Penggunaan dari obat ini adalah : Doksisiklin seperti penggunaan tetrasiklin yang lebih banyak digunakan sebagai salah satu kombinasi anatar kina pada daerah dimana terjadinya suatu penurunan pada kepekaan kina.
  2. Tetrasiklin
    Formula : Kapsul dan tablet 250 mg tetrahidroklorid ekivalen dengan 231 mg tetrasiklin yang basa.
    Khasiatnya adalah : Tetrsaliklin merupakan salah satu jenis obat antibiotik broad spectrum yang lebih poten tetapi lambat dalam hal melawan bentuk dari asexual di dalam darah dan seluruh spesies plasmodium. Obat malaria jenis ini juga bisa aktif untuk melawan stadium intra hepatik primer untuk kasus P. Faciparum. Dan pemberian kombinasi dantara kina + terta biasanya diberikan lebih dari 5-7 hari yang efektifitasnya masih terbilang tinggi untuk daerah yang mengalami resisten banyak obat di negara Thailand.
  3. Clindamycin
    Clyndamicin merupakan salah satu jenis obat antibiotik lincosamide, contohnya adalah derivate clorinate lincomycin. Clindamycin yang bisa larut di dalam air. Manfaat dri Clyndamicin ini adalah untuk menghambta fase awal dari sintesis protein lewat suatu mekanisme yang sama degan makrolides. Clindamycin ini diberikan secara oral dimana kapsul yang mengandung hydrochloride atau juga sebagai salah satu cairan yang diberikan dengan lebih oral yang mengandung palmitate hydroclhoride.

Orang-orang yang beresiko penyakit malaria adalah :

  1. Anak-anak dan bayi
  2. Pendatang yang datang ke daerah dengan rentan malaria
  3. Wanita hamil dan juga janinnya.

Pencegahan Malaria

Pencegahan yang dilakukan pada penyakit malaria bisa dilakukan dengan melakukan pembersihan pada sarang nyamuk atau PSN. Dan melakukan usaha untuk menjauhi diri dari serangan gigitan nyamuk dengan menggunakan baju yang tertutup, menggunakan krim anti nyamuk, menggunakan kelambu anti nyamuk saat akan tidur serta menyemprotkan obat nyamuk di dalam kamar tidur serta seisi rumah.

Namun hal yang paling terpenting dari penyakit malaria dan pencegahannya adalah dengan menjaga kesehatan diri dengan mengonsumsi jenis makanan yang bergizi dan bernutrisi. Selain itu, melakukan olahraga secara teratur untuk membantu meningkatkan sistem kekebalan di dalam tubuh dan juga mencegah terjadinya serangan penyakit malaria. Selain penyakit malaria, penyakit yang diakibatkan karena gigitan nyamuk adalah demam berdarah serta kaki gajah.

Itulah informasi mengenai penyakit malaria, pencegahan dan pengobatan penyakit malaria. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda semua.

Sejarah Penyakit Malaria

Posted in Penyakit Malaria | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Malaria

Perkataan malaria berasal dari bahasa Italia (mala = jelek, aria = udara), jadi dahulu orang menduga bahwa penyakit malaria disebabkan oleh udara yang kotor. Dalam penelitian yang lebih modern ternyata penyakit malaria disebabkan oleh parasit bersel tunggal yang disebut protozoa dan dipindahkan ke dalam tubuh manusia melalui nyamuk anopheles.

Penyakit Malaria

Malaria adalah penyakit infeksi yang paling luas penyebarannya di dunia dan diperkirakan 1/3 penduduk di dunia terkena penyakit ifeksi ini sehingga mempunyai pengaruh sosial.

Malaria

Malaria

Penelitian yang dijalankan menjelang dan selama perang dunia II menunjukkan bahwa obat-obat yang dapat menanggulanginya dengan baik ialah obat-obat sintesis. 20 tahun kemudian ternyata setelah obat-obat sintesis ini dapat dibuat dan sangat manjur, manfaat obat-obat sintesis tersebut menurun karena penyakit malaria tersebut menjadi sangat resisten sehingga akhirnya orang kembali memakai obat kuno yakni kina.

Dan juga faktor penyebab yaitu nyamuk sendiri telah menjadi resisten terhadap insektisida DDT, walaupun dahulu sangat ampuh. Karena itu penelitian di bidang ini sekarang masih dilaksanakan dan belum berhasil didapatkan imunisasi terhadap malaria.

Dahulu pemberantasan penyakit malaria di Indonesia dilakukan oleh Komando Operasi Pembasmian Malaria (KOPM) yang mempunyai tugas utama yaitu membasmi pembawa penyakit malaria yaitu nyamuk anopheles. Dinas ini sekarang termasuk P3M (Pencegahan Pembasmian Penyakit Menular).

Gejala Malaria

Masa tuntas dari penyakit malaria bisa terjadi beberapa hari atau juga bahkan beberapa bulan dan beberapa tahun, kemudian setelah itu barulah muncul gejala penyakit malaria yang banyak dikeluhkan oleh si penderita.

Penyakit malaria biasanya menunjukkan gejala seperti :

  1. Demam
  2. Mengigil
  3. Mengalami linu atau nyeri sendi
  4. Muntah
  5. Wajah pucat atau mengalami anemia
  6. Pembesaran hati dan limpa
  7. Air kencing yang warnanya terlihat lebih keruh serta lebih pekat karena mengandung zat hemoglobin di dalamnya
  8. Geli pada kulit
  9. Dan mengalami kekejangan
  10. Penyakit diare

Namun walaupun seperti itu, tanda atau gejala penyakit malaria yang klasik adalah perasaan datangnya kedinginan secara tiba-tiba, kemudian diikuti juga dengan kekakuan. Dan setelah itu demam muncul serta keringat yang keluar setelah paling lama 4-6 jam kemudian. Hal ini biasanya akan berlangsung selama tiap 2 hari. Dan diantara masa ini, kemungkinan penderita merasa tubuh sehat seperti awalnya. Pada anak-anak dengan serangan penyakit malaria biasanya akan merasakan gejala yang aneh misalnya seperti gerakan atau juga postur tubuh yang terjadi secara tidak normal sebagai salah satu akibat dari terjadinya tekanan pada rongga otak, bahkan juga terjadi lebih serius lagi yang akan menimbulkan suatu kerusakan otak.

Penularan Penyakit Malaria

Penularan penyakit malaria terjadi lewat parasit plasmodium kepada manusia dengan vektornya adalah nyamuk Anopheles betina. Disaat nyamuk sedang menggigit seseorang yang mengalami infeksi malaria, maka nyamuk ini kemudian akan mengisap parasit tadi yang disebut dengan parasit gametocytes. Parasit ini biasanya menyelesaikan siklus dari suatu pertumbuhan yang terjadi di dalam tubuh nyamuk dan setelah itu akan merambat menuju ke ludah nyamuk. Dan disaat sedang memgigit Anda, nyamuk ini selanjutnya akan menyuntikkan masuk parasit ke dalam aliran darah. Dan kemudian menuju masuk ke hati dan setelah itu mulai melipatgandakan dirinya. Bentuk dari penularan yang lain terjadi adalah misalnya penularan yang terjadi dari wanita hamil ke janin. Penyakit malaria juga bisa menular lewat transfusi darah.

Keadaan dari lingkungan sangat berpengaruh pada ada atau tidaknya penyakit malaria di suatu tempat. Adanya danau air payau, dan juga genangan air yang ada di hutan, rawa-rawar, persawahan, tambak ikan, serta tempat pembukaan hutan dan suatu pertambangan yang terjadi pada suatu daerah biasanya akan meningkatkan terjadinya suatu kemungkinan penyakit malaria.

Pencegahan Malaria

Secara alamiah, penduduk yang ada pada suatu tempat endemis penyakit malaria ada yang dengan mudah dan ada juga yang sulit untuk bisa terinfeksi penyakit malaria. Walaupun memang gejala klinis yang terjadi sifatnya ringan. Perpindahan dari penduduk yang berasal daeru dan ke daerah enemis malaria sampai saat ini masih menimbulkan masalah yang lebih serius. Sejak zaman dulu, sudah diketahui bahwa wabah dari penyakit malaria ini biasanya lebih sering terjadi pada daerah pemukiman yang baru, seperti misalnya adalah terjadi pada daerah perkebunan serta transmigrasi. Hal ini terjadi akibat dari pekerja yang datang yang berasal dari negara lainnya dari daerah yang masih belum mempinyai suatu kekebalan sehingga lebih rentan mengalami suatu infeksi.

Selain itu, kesadaran dari lingkungan juga memberikan pengaruh besar dari ada atau tidaknya penyakit malaria yang terjadi di suatu daerah. Ada atau tidaknya danau,air payau, dan juga genangan yang terjadi di hutan, pesawahan, tambak ikan, serta lainnya yang bisa meningkatkan resiko terjadinya penyakt malaria. Selain itu, suhu dan juga curah hujan yang terjadi pada suatu daerah mempunyai peranan penting untuk bisa terjadi suatu penularan pada penyakit malaria. Dan biasanya penularan penyakit malaria ini lebih tinggi terjadi di musim hujan dibandingkan saat musim kemarau. Air hujan yang bisa menimbulkan terjadinya genangan air merupakan salah satu tempat yang lebih ideal unutk perindukan dari malaria. Dengan tempat perindukan yang semakin bertambah, maka populasi dari penyakit malaria ini akan semakin bertambah juga.

Malaria

Posted in Penyakit Malaria | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Malaria di Indonesia

Penyakit Malaria di Indonesia – Saat ini, Penyakit Malaria di Indonesia menjadi penyebab kematian lebih banyak oragn di dunia, dibanding penyakit lain. Malaria mejadi penyebab utama penyakit dan kematian di Papua. Tim kesehatan masyarakat PTFI, berkoordinasi besama pemerintah Indonesia, telah lama melancarkan perang melawan malaria dengan cukup berhasil selama lebih satu dasarwarsa, melalui upaya untuk merintangi penyebaran penyakit tersebut, melalui pengendalian nyamuk yang membawa parasit malaria, membasmi vektor nyamuk, memberi pengobatan pencegahan, melakukan pemeriksaan terhadap warga, serta memberi pengobatan yang mutakhir.

Penyakit Malaria di Indonesia

Seiring dengan pertumbuhan penduduk setempat, Penyakit Malaria di Indonesia  memberikan tantangan dalam memerangi malaria pun meningkat. Beberapa warga yang baru pindah dari wilayah terpencil tidak memiliki pertahanan alami terhadap penyakit malaria. Sarana kesehatan setempat tengah berjuang memberi pelayanan yang layak bagi arus pasien baru yang kian meningkat. Obat yang digunakan saat ini untuk menanggulangi malaria di Indonesia memiliki kemungkinan 70% mengembangkan kekebalan penyakit terhadap obat, sehingga penyakit tersebut kerap timbul kembali, sehingga diperlukan perawatan kembali di rumah sakit.

Penyakit Malaria di Indonesia

Penyakit Malaria di Indonesia

Fase Malaria

Terdapat 4 proses patologi yang terjadi dari penyakit malaria di Indonesia, yakni adalah fase demam, penyakit anemia, imunopatogi dan juga anoksia jaringan yang lebih disebabkan karena perlekatan pada eritrosit yang mengalami infeksi dibagian endotel kapiler. Demam paroksimal yang terjadi biasanya berbeda dari keempat spesies dan semuanya tergantuung dari lama maturasi skizon yang terjadi. Selain itu, serangan demam lebih disebabkan pada pecahnya eritrosit sewaktu fase skizogoni-eritrisitik dan juga masuknya merozoit ke dalam sirkulasi darah. Dan selain itu, demam yang bisa mengakibatkan terjadinya vasodilatasi perifer yang kemungkinan juga diakibatkan dari bahan vasoaktif yang dihasilkan dari parasit. Dan setelah merozoit masuk serta mengalami infeksi aritrosit yang baru, kemudian demam akan turun dengan lebih cepat sehingga penderita merasa kepanasan dan juga akan berkeringat dengan banyaj. Penyakir anemia bisa disebabkan karena destruksi eritrosit dengan jumlah yang berlebihan, selain itu, hemolisis autoimun dan juga gangguan pada eritropoesis, Dan diduga kuat dari adanya toksin atau racun malaria yang bisa mengakibatkan terjadinya gangguan pada fungsi eritorist dan sebagai eritoristy pecah saat sedang melalui limpa maka parasit keluar.

Penyebab dari splenomegali karena adanya suatu peningkatan pada jumlah eritorsit yang mengalami infeksi parasit sehingga akan terjadi suatu aktivasi pada sistem RES unutk bisa memfagositosis eritrosit yang baik yang mengalami infeksi parasit atau juga tidak. Kelainan yang terjadi secara patoligik pada pembuluh darah kapiler yang diakibatkan dari eritrosit yang mengalami infeksi menjadi lebih kaku dan menjadi lebih lengket, perjalanan yang terjadi di dalam kapiler juga akan mengalami gangguan, sehingga akan menempel dan melekat pada endotel kapiler, kemudian akan menghambat ke arah kapiler, timbullah hipoksia atau anoksia pada jaringan. Selain itu, juga terjadi suatu gangguan integritas kapiler sehingga akan menimbulkan suatu perembesan pada plasma. Manosit atau makrofag adalah salah satu partisipan seluler yang paling penting dalam fagositosis eritrosit yang mengalami infeksi.

Gejala Malaria

Gejala penyakit malaria yang muncul adalah daya pertahanan tubuh si penderita, selain itu jenis dari plasmodium malaria, serta jumlah dari parasit yang bisa mengalami infeksi. Dan biasanya, gejala penyakit malaria yang disebabkan akibat dari Plasmodium facilparum untuk kasus berat dan juga terjadi lebih akut dibandingkan dengan berbagai jenis plasmodium yang lainnya. Sedangkan gejala yang muncul pada penyakit malaria yang diakibatkan karena Plasmodium malariae dan Plasmodium ovale biasanya merupakan gejala yang paling ringan.

Gambaran yang khas dan muncul dari penyakit malaria ini adalah :

  1. Demam secara periodik
  2. Pembesaran pada limpa yang disebut dengan istilah splenomegali
  3. Dan penyakit anemia akibat turunnya kadar hemoglobin di dalam darah.

Untuk kasus penyakit malaria yang ringan biasanya gejala yang muncul adalah :

  1. Demam
    Demam yang muncul biasanya diawali dengan lesi, sakt kepala, nyeri sendi, dan kurangnya nafsu makan serta rasa tidak enak pada perut serta mengalami penyakit diare ringan yang disertai dengan kedinginan pada punggung.
  2. Pembesaran limpa
    Pembesaran limpa yang terjadi adalah salah satu bentuk gejala yang khas dari penyakit malaria kronis atau penyakit malaria menahun. Selain itu, limpa yang mengalami pembengkakan dan juga terasa nyeri. Limpa yang mengalami pembengkakan ini diakibatkan karena penyumbatan dari sel-sel darah merah yang mengandung parasit malaria di dalamnya. Lama kelamaan, konsistensi dari limpa ini kemudian akan menjadi lebih keras akibat dari jaringan ikat pada limpa yang terjadi semakin bertambah. Dan dengan melakukan pengobatan penyakit malaria yang baik maka keadaan seperti ini akan bisa berjalan dengan normal lagi.
  3. Anemia
    Gejala anemia yang muncul biasanya adalah dalam bentuk badan yang terasa lemas, pusing, sakit kepala, pucat, dan juga penglihatan yang agak kabur, serta jantung berdebar kencang, nafsu makan yang menurun. Penyakit anemia yang paling berat adalah untuk jenis penyakit anemia atau kurang darah yang disebabkan oleh Plasmodiim falciparum.

Selain itu, penyakit malaria dengan kasus yang berat bisa menimbulkan suatu komplikasi lain yang terjadi misalnya adalah kasus edma paru, terjadinya pendarahan secara spontan, hiperpireksia atau suhu tubuh yang terjadi diatas 41 derajat celcius dan juga sepsis atau terjadinya suatu infeksi yang bisa mengenai ke daerah seluruh tubuh.

Penyakit Malaria di Indonesia

Posted in Penyakit Malaria | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala Malaria

Gejala Malaria – Penyakit malaria ditandai dengan gejala utama berupa demam. Demam malaria bersifat khas. Bergantung pada jenis parasit yang menyerang, demam timbul secara berkala, dua atau tiga hari sekali. Demam diawali dengan menggigil, kemudian mencapai puncaknya, hingga akhirnya suhu menurun disertai keringat yang banyak.

Gejala Malaria

Gejala Malaria

Penyakit Malaria

Namun tidak jarang, penyakit malaria bersifat campuran antara dua jenis parasit yang berbeda (terdapat pada 9 persen penderita), sehingga sifat demam tidak lagi nyata muncul secara berkala seperti pada penyakit malaria yang murni oleh satu jenis parasit.

Gejala Malaria dengan Lamanya demam tidak sama untuk setiap jenis parasit. Ada yang bisa mencapai 12 jam jika tidak diobati. Karena sifatnya ini, penyakit malaria kerap dijuluki Demam Roma, Demam Charges, Demam Rawa, Demam Tropik, Demam Pantai, Demam Intermitens, ague atau Paludisme. Semuanya menggambarkan sifat demam dan lokasi penyakit yang paling sering dijumpai, seperti rawa-rawa dan pantai daerah tropik.

Di samping demam, Gejala Malaria terjadi pula pembesaran limpa. Limpa dapat sedemikian besar sehingga untuk penderita biasanya mengalami perut buncit. Letak limpa itu dibawah lengkung tulang rusuk sebelah kiri. Terjadinya demam yang khas dan pembesaran limpa merupakan awal kecurigaan adanya penyakit malaria pada seseorang. Lebih-lebih jika disertai gejala kekurangan darah (penyakit anemia) yang cukup mencolok, karena pada penderita malaria, sel darah merah dimakan oleh parasit. Sel darah merah akan hancur dan penghancuran sel darah merah lebih banyak terjadi akibat daya-makan sistem pertahanan tubuh.

Faktor ras mempengaruhi kekebalan seseorang terhadap parasit malaria. Kekebalan ini dapat terjadi secara bawaan rasial, dapat pula secara didapat. Yang didapat ini diwariskan dari ibu pada bayi yang sedang dikandung. Bisa pula secara aktif karena sudah pernah (sering) menderita (toleransi). Pada mereka yang kebal, penyakit ini tidak menampakkan diri (gejala) atau hanya bersifat ringan.

Karena sifat parasit yang beredar bebas dalam aliran darah dan baru keluar dari sarang persembunyiannya, baik di hati, limpa atau bagian tubuh lainnya, saat demam muncul, maka pemeriksaan darah dilakukan saat penderita sedang demam. Pengambilan darah yang dilakukan di luar masa demam, akan sia-sia karena parasit tidak ditemukan, hal ini dikarenakan ada dalam tubuh penderita.

Gejala Malaria Ringan

Untuk jenis malaria ringan, Gejala Malaria bila tidak diobati, tidak apa-apa karena penderita tidak akan sampai meninggal dunia. Namun penyakit akan terus berkembang hingga bertahun-tahun. Dalam rentang waktu tersebut, kadang-kadang serangan demam muncul, ringan atau sama dengan serangan kali pertama.

Jenis malaria yang ganas, yaitu yang demamnya tidak teratur dan terus-menerus, biasanya berakhir dengan kematian. Kematian terjadi karena ada penyumbatan oleh parasit dalam pembuluh-pembuluh darah halus. Sumbatan pembuluh di jantung koroner atau otak dapat berakibat fatal.

Penularan malaria dapat terjadi melalui ari-ari. Ari-ari ibu yang lazimnya dapat menahan masuknya parasit ke tubuh janin, tiba-tiba bobol dan parasit menularkannya ke tubuh bayi (malaria congenital).

Penularan di negara beriklim dingin terjadi melalui transfusi darah. Apalagi bila penyakit malaria jenis malariae dapat bercokol dan hidup selama 30 tahun dalam tubuh si penderita. Pembawa penyakit malaria yang menjadi donor inilah yang berperan sebagai sumber penularan di daerah-daerah yang tidak berbakat terserang malaria. Demikian pula penularan melalui jarum suntik para pecandu obat bius.

Pencegahan Malaria

Ada jenis obat antimalaria lain yang masih mempan membunuh parasit yang ada. Dengan pengobatan secara tuntas, penyakit malaria dapat disembuhkan. Namun yang jauh lebih petng, penyakit tidak merajalela.

Pencegahan harus diupayakan dengan menyembuhkan semua penderita malaria, memberantas nyamuk malaria serta melindungi orang-orang yang peka terhadap nyamuk malaria. Pemberantasan ditujukan pada pembasmian sarang-sarang induk nyamuk, membunuh larva nyamuk dan mengurangi jumlah nyamuk dewasa. Di beberapa negara, pembasmian telah berhasil dilakukan, sedangkan di beberapa negara lainnya baru pada tahap pemberantasan.

Prinsip pengobatan yang dilakukan pada gejala malaria adalah :

  1. Menemukan terlebih dahulu penderita penyakit malaria dengan sedini mungkin
  2. Melakukan tindakan pengobatan yang dilakukan secara efektif untuk bisa membasmi parasit malaria yang ada di dalam darah
  3. Mencegah terjadinya komplikasi atau kematian
  4. Menemukan serta mengobati terjadinya reksudensi dan juga rekurensi
    Apa yang dimaksud dengan Reksudensi dan rekurensi? Reksudnsi adalah demam yang muncul kembali selama kurun waktu 8 minggu setelah serangan pertama yang terjadi hilang. Hal ini biasanya mengakibatkan terjadinya peningkatan pada jumlah parasit yang ada di dalam darah yang disebut dengan istilah relaps dalam jangkan pendek. Sedangkan rekurensi adalah demam yang muncul kembali dalam waktu 24 minggu atau juga lebih setelah serangan pertama yang terjadi akibat dari masuknya parasit yang berasal dari hati masuk ke dalam darah yang disebut dengan relaps jangka panjang.
  5. Mengurangi terjadinya penularan dari penyakit malaria.

Pengobatan yang dilakukan adalah :

  1. Pengobatan untuk melakukan pencegahan atau profilaksis
    Pengobatan ini dengan memberikan obat antimalaria dnegan tujuan untuk bisa mencegah terjadinya infeksi muncul dan gejala malaria lainnya.
  2. Pengobatan terapeutik atau kuratif
    Pemberian obat antimalaria yang digunakan untuk bisa menyembuhkan infeksi malaria yang sudah terjadi dan penanggulangan yang terjadi pada serangan malaria akut, serta terjadinya pengobatan secara radikal.
  3. Pengobatan yang dilakukan untuk bisa melakukan pencegahan dari terjadinya penularan penyakit malaria.

Gejala Malaria

Posted in Penyakit Malaria | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyebab Malaria

Penyebab Malaria – Lebih dari 1 miliar orang terancam penyakit malaria di dunia. Mereka hidup di daerah-daerah malaria, yaitu daerah-daerah yang berjajar antara 60° LU dan 32° LS, termasuk Indonesia. Menghadapi ancaman penyakit malaria tersebut, lebih dari 100juta orang telah terkena penyakit malaria. 1 juta diantaranya meninggal dunia.

Penyebab Malaria

Penyebaran penyakit malaria ini dipengaruhi oleh banyak faktor Penyebab Malaria, antara lain:

  • Faktor iklim
  • Topografi
  • Kondisi sosial ekonomi
  • Suhu yang cocok untuk berkembang suburnya penyakit malaria berkisar antara 16-34 derajat Celcius dengan kelembaban relatif 60 persen

Penyebab Malaria ras juga mempengaruhi kekebalan seseorang terhadap penyakit malaria. Orang berkulit hitam lebih kebal terhadap malaria, parasit malaria yang sudah kebal terhadap obat-obatan anti-malaria yang lazim digunakan, dan ada tidaknya nyamuk sebagai pembawa bibit penyakit malaria. Kenyataan-kenyataan inilah yang membedakan penyebaran penyakit malaria di berbagai daerah di dunia. Hawaii dan Selandia Baru dinyatakan bebas malaria karena di sana tidak ditemukan nyamuk khusus pembawa parasit malaria, yaitu nyamuk jenis anopheles, nyamuk yang menungging saat menggigit.

Penyebab Malaria

Penyebab Malaria

Daur Hidup Penyakit Malaria

Daur perjalanan penyakit malaria sedikit berliku. Untuk dapat tetap mempertahankan daur kehidupannya, parasit malaria membutuhkan dua tuan rumah atau hospes, yaitu makhluk bertulang belakang (vertebrata) dan nyamuk jenis anopheles. Jika ia kehilangan satu dari kedua tuan rumahnya ini, maka rantai kehidupannya tidak akan berkesinambungan alias tidak dapat berketurunan.

Manusia sebagai hospes perantara dari parasit malaria, memungkinkan perkembangan parasit menempuh separuh dari daur hidupnya. Mirip dengan daur hidup kupu-kupu yang bermula dari kepompong, parasit malaria juga demikian. Bayi parasit yang memasuki tubuh manusia beredar di dalam darah. Sebagian memasuki sel darah merah dan bercokol di sana sebagai pendompleng sejati. Adanya domplengan parasit malaria di dalam sel darah merah inilah yang menimbulkan penyakit malaria pada manusia.

Sebaliknya tidak demikian dengan nyamuknya. Bayi parasit yang dengan bebasnya beredar dalam aliran darah penderita, yang kemudian terisap oleh nyamuk malaria atau si anopheles, tidak membuat nyamuk menderita penyakit malaria.

Nyamuknya tetap segar bugar, sekalipun di dalam tubuhnya telah berkembang bayi parasit yang siap menjadi parasit malaria dewasa dan siap berkembang biak, untuk selanjutnya menancapkannya lewat gigitan di tubuh manusia lain. Dengan cara demikian penularan penyakit malaria terjadi. Di dalam ludah nyamuk yang membawa parasit malaria terkandung banyak sekali parasit yang siap berkembang dalam darah manusia.

Pembawa daur hidup parasit malaria, baik di dalam tubuh manusia maupun nyamuk, memerlukan waktu tertentu. Ada 4 jenis parasit malaria yang dikenal. Masing-masing berbeda-beda daur hidupnya. Ada tahapan parasit berkembang di luar sel darah merah, ada tahapan ia berkembang di dalam sel darah merah. Tahapan yang terakhirlah yang membangkitkan gejala demam pada penderita, anemia, dan sedikit penyakit diare.

Pengobatan Malaria

Program pengobatan penyakit malaria yang dilakukan pada pemerintah adalah ;

  1. Pengobatan presumtif
    Pengobatan ini dilakukan dengan cara suatu penemuan pada penderita yang dilakukan secara intensif, baik yang dilakukan dengan ktif dan juga rumah ke rumah atau juga dilakukan dengan pasif yang dilakukan secara pasif dari unit ke unit pelayanan kesehatan yang ada. Tujuan dari pengobatan ini dilakukan adalah dengan menurunkan gejala malaria yang terjadi dan juga mencegah terjadinya suatu penularan selama penderita penyakit malaria menunggu hasil dari suatu pemeriksaan dari lab darah. Dan untuk penderita demam yang mengalami penyakit malaria, maka biasanya akan diberikan obat dengan dosis tungfal dengan empat obat tablet Klorokuin yang ditambah dengan tablet Primakuin.
  2. Pengobatan supresif
    Pengobatan yang dilakukan dengan cara ini biasanya diberikan semua pada penderita penyakit demam didaerah endemis malaria yang melakukan pengobatan pada unit-unit pelayanan kesehatan. Jika seorang penderita tinggal pada daerah yang diduga kuat sebagai tempat Plasmodium falciparumnya yang sudah resisten pada jenis obat malaria Klorokuin. Maka diberikan suatu kombinasi dari empat jenis tablet Klorokuin yang ditambahkan dengan tiga tablet ke dalamnya. Primakuin yang diberikan denjgan dosis tunggal. Jika seorang penderita tinggal pada daerah Plasmodium facliparumnya yang masih sensitif dan hanya diberikan empat tablet Klorokuin dengan pemberian dosis tunggal.
  3. Pengobatan radikal
    Pengobatan yang dilakukan ini biasanya diberikan untuk penderita pada daerah nonendemis dan juga pada penderita yang berasal dari daerah endemis malaria yang akan melakukan bepergian menuju ke daerah non endemis malaria. Tujuan hal ini dilakukan adalah untuk membantu membasmi semua infeksi yang terjadi akibat penyakit malaria dan melakukan pencegahan timbulnya dari relaps. Kepada penderita penyakit malaria, maka biasanya akan diberikan suatu pengobatan kombinasi, Primakuin dan juga Klorokuin jika memang Plasmodium falciparum masih sangat sensitif atau juga pada Sulfadoksin atau Primetamin jika memang Plasmodium falciparum yang sudah resisten pada obat malaria jenis Klorokuin.
  4. Pengobatan massal
    Pengobatan massal ini biasanya dilakukan untuk suatu kelompok penduduk yang tinggal di daerah endemis penyakit malaria. Sasaran dari pengobatan  massal ini adalah seluruh penduduk atau juga bahkan kelompok penduduk yang tidak kebal misalnya seperti anak bayi, anak balita, ibu hamil dan juga ibu menyusui, serta pendatang baru yang berasal dari daerah nonendemis.

Penyebab Malaria

 

Posted in Penyakit Malaria | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment